Kisah Penyintas Kusta di Sumber Telu, Minder dan Dikucilkan Keluarga

Alip Sutarto, iNews · Senin 25 Januari 2021 08:13 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 25 512 2350139 kisah-penyintas-kusta-di-sumber-telu-minder-dan-dikucilkan-keluarga-qGFDf8ZMAw.jpg Kampung Sumber Telu menjadi lokasi bermukimnya para penyintas kusta/Foto: Alip Sutarto-iNews

JEPARA - Kusta menjadi salah satu penyakit dengan stigma buruk dalam masyarakat dan dinilai mengerikan. Akibatnya, sebagian penyintas kusta merasa minder dan kerap dikucilkan keluarga.

Padahal, penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Leprae ini dapat disembuhkan secara total. Pasien harus menjalani terapi multiobat (Multi Drug Therapy/MDT) yang diawasi langsung dokter selama 6-24 bulan.

Buruknya stigma, membuat penyintas kusta memilih tinggal di satu kampung. Mereka yang dinyatakan sembuh memilih menetap di Kampung Sumber Telu, Desa Banyumanis, Kecamatan Donorojo, Jepara, Jawa Tengah.

Dari kisah warga yang memilih tinggal di kampung tersebut, sebagian mengaku dikucilkan keluarga dan masyarakat asal mereka. Ada pula yang minder karena pandangan buruk akan penyakit kusta.

Baca juga: Penyakit Kusta Bukan Kutukan, Bisa Disembuhkan!

Kampung Sumber Telu menjadi tempat pemukiman rehabilitasi penderita kusta. Dari 266 penduduk kampung, 92 di antaranya merupakan warga yang telah sembuh dari kusta.

Suasana kampung rehabilitasi penderita kusta cukup nyaman. Mereka menjalankan aktivitas sehari-hari seperti masyarakat pada umumnya.

Nur Juwairah, mampu menguliahkan anaknya hingga menjadi perawat meski kaki dan tanganya tidak sempurna. Wanita 55 tahun ini berhasil menekuni ternak ayam petelur di belakang rumahnya.

Kusta

Ia memilih menetap di kampung rehabilitasi karena sempat dikucilkan dari keluarga dan tetanggal asal kelahirannya.

"Selama tinggal Sumber Telu, tidak pernah dijenguk keluarga. Jadi saya lebih memilih tingga di sini," kata Juwairah, Senin (25/1/2021).

Lain halnya kisah Ahmad Johar. Pria berusia 50 tahun ini kehilangan satu kaki setelah diamputasi akibat penyakit kusta. Dirinya memilih menekuni ketrampilan menjahit.

Selama 22 tahun tinggal di kampung rehabilitasi kusta, ahmad enggan pulang ke kampung halaman. Rasa minder atau rendah diri dengan tetangga menjadi alasan utama

"Sebenarnya, keluarga dan tetangga tak mempersoalkan akan penyakit yang sempat dideritannya," papar Ahmad.

Kusta 1

Penduduk kampung rehabilitasi penderita kusta berasal dari berbagai daerah setelah menjalani perawatan di rumah sakit kusta Donorojo, Jepara

Sebagian dari mereka telah tinggal di kampung rehabilitasi selama lebih dari 30 tahun hingga memiliki keturunan dari hasil membina keluarga dengan sesama penyintas.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini