Pandemi Covid-19, Angka Kematian Bayi di Malang Meningkat

Avirista Midaada, Okezone · Senin 25 Januari 2021 14:46 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 25 519 2350411 pandemi-covid-19-angka-kematian-bayi-di-malang-meningkat-1klFgYb4Ba.jpg Ilustrasi bayi. (Shutterstock)

KOTA MALANG - Pandemi Covid-19 yang melanda membuat angka kematian bayi di Kota Malang, Jawa Timur, meningkat. Hal ini disebabkan sejumlah ibu dan anaknya terkonfirmasi positif Covid-19.

Wali Kota Malang, Sutiaji menyampaikan, bila berkaca pada 2019 dan 2020, memang ada tren kenaikan angka kematian bayi. Salah satunya disebabkan ibu hamil yang rentan terkonfirmasi positif Covid-19.

"2019-2020 angka kematian bayi naik. Kenapa? Karena ini ada pandemi. Ibunya bisa diselamatkan, tapi dia (bayinya-red) sudah meninggal," ucap Sutiaji, di Balai Kota Malang, Senin (25/1/2021) siang.

Pria asal Lamongan ini menambahkan, bila kenaikan angka kematian bayi memang tak banyak, berkisar 3-4 kasus di tahun 2020 dibandingkan tahun sebelumnya.

"Kalau persennya belum ada laporan, tapi jumlahnya nambah 3 atau 4 (angka kematian bayi) gitu," ucapnya.

Baca Juga : Pasien Covid-19 Bergejala di RSD Wisma Atlet Meningkat

Di sisi lain angka kehamilan selama tahun 2020 dan masa pandemi Covid-19 disebut Sutiaji mengalami kenaikan. Kenaikan disebutkan karena masyarakat banyak beraktivitas di rumah. Apalagi pembatasan sosial dan pembatasan keluar rumah juga memicu kenaikan angka kehamilan.

"(Pembatasan keluar rumah-red) risikonya memang kalau tidak boleh keluar, ibu hamil semakin tinggi. Kemarin 20 persen (naik), gak oleh (tidak boleh) keluar rumah membuat hiburan di rumah," tuturnya.

Baca Juga : Rawat Pasien Covid-19 Bergejala, RSD Wisma Atlet Optimalkan ICU, HCU, dan ICCU

Guna mengantisipasi angka kematian bayi yang tinggi seiring kehamilan yang meningkat ini, Sutiaji telah meminta masyarakat untuk proaktif memeriksakan kesehatannya. Selain itu, pembatasan aktivitas para ibu hamil dan keluarganya juga perlu untuk mengurangi risiko ibu hamil dan bayinya tertular Covid-19.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini