Pemda DIY Resmi Perpanjang PTKM, Ini yang Berbeda dengan Aturan Sebelumnya

Suharjono, Koran SI · Selasa 26 Januari 2021 05:28 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 26 510 2350758 pemda-diy-resmi-perpanjang-ptkm-ini-yang-berbeda-dengan-aturan-sebelumnya-mGaETFx52m.jpg Foto: Illustrasi Okezone.com

YOGYAKARTA - Pemerintah Daerah (Pemda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akhirnya memperpanjang pengetatan secara terbatas kegiatan masyarakat (PTKM), hingga 8 Februari mendatang. Namun demikian ada yaang berbeda dalam instruksi gubernur DIY kali ini.

Dalam instruksi sebelumnya diatur kegiatan usaha yang dibatasi pukul 19.00 WIB. Namun untuk usaha kecil seperti warung makan, hanya diatur jumlah pengunjung. Begitu juga dengan jam buka toko yang juga berubah.

Baca juga:  Satgas Covid-19 Bubarkan Acara Hajatan di Masa PTKM 

Dalam instruksi gubernur DIY nomor IV/ INSTR/2021 Sri Sultan Hamengku Buwono X selaku gubernur DIY menyatakan, Pemda DIY berusaha untuk menekan penyebaran virus Corona di DIY.

Selain itu juga untuk menindaklanjuti Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 02 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat untuk Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Baca juga:  Kasus Covid-19 di Yogyakarta Kembali Pecah Rekor, Hari Ini Bertambah 478

Dalam InGub yang ditandatangani pada 25 Januari diinstruksikan kepada bupati /Walikota se-DIY untuk membatasi tempat kerja perkantoran dengan menerapkan Work From Home (WFH) sebesar 75% dan Work From Office (WFO) sebesar 25% dengan memberlakukan protokol kesehatan secara Iebih ketat.

Kedua, melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara dalam jaringan (daring/online). Ketiga, untuk sektor esensial yang berkaitan dengan kebutuhan pokok masyarakat

tetap dapat beroperasi 100% dengan pengaturan jam operasional, kapasitas, dan penerapan protokol kesehatan secara Iebih ketat.

Selain itu dalan instruksi Sri Sultan Hamengku Buwono X juga melakukan pengaturan pemberlakuan pembatasan kegiatan restoran (makan/minum di tempat sebesar 25%, dan untuk layanan makanan melalui pesan-antar/dibawa pulang tetap diizinkan sesuai dengan jam operasional restoran.

"Pembatasan jam operasional untuk pusat perbelanjaan/mall sampai dengan Pukul 20.00 WIB," terang Sultan dalam instruksi tersebut.

 

Tidak hanya itu, Pemda DIY juga mengizinkan kegiatan konstruksi beroperasi 100% dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat. Bagi tempat ibadah juga diizinkan digunakan dengan pengaturan pembatasan kapasitas sebesar 50% dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat.

"Selanjutnya, untuk meningkatkan kembali protokol kesehatan (menggunakan masker yang baik dan benar, mencuci tangan dengan sabun/hand sanitizer, menjaga jarak dan mencegah terjadinya kerumunan yang berpotensi menimbulkan penularan)," imbuhnya.

Di butir ke delapan dalam instruksi tersebut juga dilakukan upaya untuk memperkuat kemampuan tracking dan manajemen tracing, perbaikan treatment termasuk meningkatkan fasilitas kesehatan (tempat tidur, ruang intensive care unit, maupun tempat isolasi atau karantina).

Begitu juga untuk mengoptimalkan posko Satgas Covid-19 tingkat Kabupaten/Kota, Kecamatan/Kemantren/Kapanewon, Kelurahan/Kalurahan/Desa sampai dengan Dukuh/RW/RT, khusus untuk wilayah kalurahan/desa, dalam penanganan dan pengendalian pandemi Covid-19 dapat menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDesa) secara akuntabel, transparan dan bertanggung jawab.

Di butir kesepuluh juga diatur untuk mencegah dan menghindari kerumunan baik dengan cara persuasif maupun melalui cara penegakan hukum dengan melibatkan aparat keamanan (Satuan Polisi Pamong Praja, Kepolisian Negara Republik Indonesia dan melibatkan Tentara Nasional Indonesia).

Di bagian akhir adalah menyampaikan laporan pelaksanaan Pengetatan Terbatas Kegiatan

Masyarakat di wilayah masing-masing kepada Gubernur. Dengan munculnya instruksi baru ini sekaligus mencabut instruksi sebelumnya nomor 2/ INSTR /2021.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini