Sembunyikan Gejala Covid-19 dalam Penerbangan, Wanita China Divonis 1 Tahun Penjara

Rabu 27 Januari 2021 18:16 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 27 18 2351905 sembunyikan-gejala-covid-19-dalam-penerbangan-wanita-china-divonis-1-tahun-penjara-15U2RR8lbQ.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

BEIJING - Seorang wanita yang menggunakan obat anti-inflamasi untuk menyembunyikan gejala Covid-19 dalam penerbangan dari Amerika Serikat (AS) ke China pada Maret 2020, dijebloskan ke penjara oleh pengadilan Beijing karena menghalangi upaya pencegahan dan pengobatan penyakit menular.

Hukuman satu tahun di balik jeruji dan satu tahun masa percobaan dijatuhkan kepada Li Na pada Oktober 2020, tetapi putusan itu diumumkan baru-baru ini. Putusan itu menjadi berita utama di media Tiongkok pada Selasa (26/1/2021).

BACA JUGA: Kasus Covid-19 Global Tembus 100 Juta, 2,1 Juta Meninggal

Dalam putusannya, Pengadilan Rakyat di Distrik Shunyi Beijing mengatakan bahwa perilaku wanita itu melanggar aturan anti-epidemi dari bea cukai China dan departemen penerbangan sipil, yang menimbulkan "risiko parah" dapat menyebabkan penyebaran virus corona.

Li telah tinggal di Massachusetts selama beberapa tahun terakhir, bekerja untuk perusahaan farmasi AS, bernama Biogen. Tapi, seperti banyak rekan senegaranya, dia memilih untuk kembali ke China selama pandemi, tampaknya percaya bahwa otoritas lokal akan lebih efektif dalam menghentikan penyakit daripada rekan-rekan Barat mereka.

Wanita berusia 37 tahun itu merasa sakit beberapa hari sebelum penerbangan, tetapi tetap memaksa agar segera berangkat meskipun salah satu rekannya telah didiagnosis dengan Covid-19. Wanita itu meminum antipiretik sebelum naik pesawat untuk menyembunyikan gejala virus corona dan melakukan perjalanan udara yang panjang dari Boston ke Los Angeles lalu kemudian melanjutkan penerbangannya ke Beijing.

BACA JUGA: Indonesia Jadi Negara Asia Tenggara Pertama yang Catat 1 Juta Kasus Covid-19

Masalah kesehatannya baru ditemukan setelah mendarat di Bandara Internasional Beijing. Pada 13 Maret 2020, Li didiagnosis dengan virus corona, yang memaksa 63 kontak dekatnya untuk dikarantina.

Ironisnya, wanita itu menerima informasi langsung tentang komitmen pihak berwenang China untuk mengatasi penyebaran virus dan menghukum setiap pelanggaran setelah pengadilan menjatuhkan sanksi penangkapannya pada awal Juni 2020.

Biogen juga memutuskan hubungan kerja dengan Li, dengan alasan bahwa keputusannya untuk pergi ke China tanpa memberi tahu atasannya dan melanggar protokol kesehatan tidak sejalan dengan nilai-nilai perusahaan.

(Bernadus Melkianus Danomira)

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini