Karya Anak Bangsa, Ventilator Buatan ITB Resmi Diluncurkan

Dian Ayu Anggraini, Okezone · Rabu 27 Januari 2021 12:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 27 65 2351617 karya-anak-bangsa-ventilator-buatan-itb-resmi-diluncurkan-34VXt14waA.jpg Alat Kesehatan (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - PT Panasonic Healthcare Indonesia (PHCI) dengan anak usaha Institut Teknologi Bandung (ITB) meluncurkan produk ventilator bersertifikat internasional, Portable Ventilator Vent-I Essential 3.5 dengan jenis Continuous Positive Airways Pressure (CPAP).

Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang PS Brodjonegoro mengapresiasi produk ventilator karya anak bangsa ini. Dia berharap, peluncuran ini mampu mengurangi ketergantungan terhadap ventilator impor.

“Hal ini merupakan momen bersejarah, karena sebelum pandemi Covid-19 melanda Indonesia tidak pernah produksi ventilator secara mandiri. Kami harap inovasi ini tidak sampai pada kebutuhan darurat selama pandemi tetapi terus berlanjut ke industri. Ini merupakan bentuk hilirisasi di tengah pandemi,” Kata Menteri Bambang saat memberi sambutan pada peluncuran produk ventilator di PT PHCI, Kawasan Industri MM2100, Cikarang, Bekasi.

Produk ventilator ini merupakan varian terbaru dari Vent-I yang telah memenuhi standar internasional alat kesehatan, yaitu International Electronical Commission (IEC 60601) dan standar persyaratan ventilator (IEC80601), serta standar kompatibilitas elektro magnetik EN55011-CISPR 11.

Wakil DPR RI Rahmat Gobel juga turut hadir dalam acara peluncuran ventilator hasil kolaborasi PT PHCI dan anak usaha ITB. Dia berharap kehadiran Vent-I Indonesia ini bisa menjadi bola salju bagi kemunculan produk-produk anak bangsa lainnya, hasil kolaborasi dunia akademi dengan pelaku dunia usaha.

“Saya harap kerjasama seperti ini terus bergulir untuk melahirkan berbagai produk agar pasar dalam negeri kita tidak terus tergerus oleh produk impor,” kata Rahmat

Rahmat juga meminta agar pemerintah memberi dukungan terhadap produk-produk karya anak bangsa, dengan memprioritaskan belanja anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk membeli produk lokal.

Jangan sampai anggaran pemerintah sebagian besar digunakan untuk membeli produk impor,” tambahnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini