Suami Siram Istri dengan Air Mendidih saat Dibangunkan Sarapan Pagi

Agregasi Solopos, · Kamis 28 Januari 2021 11:41 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 28 18 2352254 suami-siram-istri-dengan-air-mendidih-saat-dibangunkan-sarapan-pagi-cVFgx29Cgr.jpg Foto: Mirror

ANKARA - Pria asal Turki bernama Ali Ay ditangkap aparat kepolisian setempat karena melakukan kekerasan rumah tangga terhadap istrinya, Rukiye Ay. Ali tega menyiram Rukiye dengan air mendidih hingga kulit istrinya melepuh. Alasannya hanya karena istrinya membangunkannya untuk sarapan pagi.

Melansir Mirror, Selasa (26/1/2021), pihak berwenang mengungkapkan insiden itu terjadi di kota Konya, Turki, pada 9 Januari 2021 lalu. Akibat disiram dengan air mendidih, Rukiye mengalami luka bakar di punggungnya dan harus dirawat secara intensif di bangsal rumah sakit di Turki.

Sebelum disiram air mendidih, Rukiye membawakan sarapan pagi untuk suaminya ditempat tidur sebagai kejutan. Namun, kejutan dari Rukiye menjadi malapetaka. Ali yang dibangunkan bukan malah menghargai usaha sang istri, dia justru memarahinya.

“Dia marah ketika saya membangunkannya dan mengatakan kepada saya untuk tidak mengganggunya. Jadi saya meminta maaf dan makan bersama putri saya,” kata Rukiye.

Baca Juga: Suami Tega Bakar Ketiga Anak dan Istrinya

Ketika itulah Ali pun lalu mendatangi Rukiye dan mengancam menceraikannya. Pria itu lalu menyiramkan air mendidih ke bagian leher serta wajahnya. Beruntung Rukiye secara refleks berbalik sehingga mengenai punggungnya dan sebagian mengenai kaki putrinya.

Saat itu, Rukiye sempat ingin melarikan diri bersama dengan putrinya. Namun, Rukiye pingsan karena tak tahan menahan rasa sakit. Saat Rukiye yang siuman, dia mendengar suara jeritan putrinya menangis. Dia berusaha kuat untuk putrinya.

“Ketika saya sadar, saya bisa mendengar putri saya menjerit. Saya merasakan dia menjabak rambut dan menyeret saya ke kamar mandi,” kata Rukiye.

Ketika Ali teralih perhatiannya, Rukiye memanfaatkan waktu itu untuk menelepon ayahnya. Setelah itu, dia juga melarikan diri ke rumah tetangganya untuk berlindung. Ali pun kemudian ditangkap polisi.

Setelah penangkapannya, pihak berwenang Turki membebaskan Ali dengan jaminan. Hal itu membuat publik Turki melakukan protes massal. Sehingga Ali kembali ditahan polisi atas perintah kejaksaan agung.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini