5 Fakta Gunung Merapi Meletus, Sejumlah Daerah Diguyur Hujan Abu

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Kamis 28 Januari 2021 06:40 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 28 510 2352085 5-fakta-gunung-merapi-meletus-sejumlah-daerah-diguyur-hujan-abu-a1CTQu5cD2.jpg Foto: BPBD Klaten

JAKARTA - Gunung Merapi yang berada di perbatasan Yogyakarta dan Jawa Tengah meletus dan memuntahkan awan panas pada Rabu 27 Januari 2021.

Okezone mengulas 5 fakta menarik dari peristiwa tersebut, berikut rinciannya:

1. Warga di Kawasan Gunung Merapi Dievakuasi

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengevakuasi warga Dusun Turgo ke barak pengungsian Kelurahan Purwobinangun, setelah aktivitas guguran awan panas Gunung Merapi meningkat signifikan sejak Rabu pagi.

"Hingga malam ini tercatat sudah sebanyak 36 kali guguran awan panas Merapi, dengan jarak luncur berkisar antara 500 hingga 3.000 meter. Atas pertimbangan keselamatan, maka warga kelompok rentan di Dusun Turgo kami evakusi ke barak Purwobinangun, Kecamatan Pakem," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sleman Makwan di Sleman.

Menurut dia, meskipun Dusun Turgo memiliki jarak sekitar 6,5 kilometer dari puncak Gunung Merapi, namun dengan pertimbangan peningkatan aktivitas guguran awan panas Merapi, maka warga kelompok rentan dievakuasi ke barak pengungsian Purwobinangun.

"Rekomendasi radius aman yang dikeluarkan BPPTKG Yogyakarta masih berjarak 5 kilometer dari puncak Gunung Merapi, namun karena intensitas guguran awan panas tinggi, maka warga kelompok rentan kami evakuasi ke barak Purwobinangun," katanya.

Makwan mengatakan, untuk jumlah warga Dusun Turgo yang dievakusi ke barak pengungsian Purwobinangun saat ini masih dalam pendataan.

"Warga yang dievakuasi merupakan kelompok rentan, seperti lansia, balita, anak-anak, ibu hamil, dan disabilitas," katanya.

2. Gunung Merapi Muntahkan Awan Panas dengan Radius 1,5 Km

Gunung Merapi terus menunjukkan aktivitas vulkanik yang cukup tinggi. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat terjadi 11 kali awan panas dengan jarak luncur maksimal 1,5 Kilometer.

Kepala BPPTKG Hanik Humaida mengatakan, pada Selasa 26 Januari 2021 periode pukul 18.00-24.00 WIB terjadi sebelas kali guguran awan panas. Pertama terjadi pada pukul 18.26 WIB, awan panas guguran tercatat di seismogram dengan amplitudo 45 mm dan durasi 135 detik. Tinggi kolom 300 meter dengan jarak luncur 1.300 meter ke arah barat daya yang meliputi hulu Kali Krasak dan kali Boyong.

Baca juga: Gunung Merapi Meletus, Malam Hari Boyolali Diselimuti Pasir dan Abu Vulkanik

Guguran kedua terjadi pada pukul 19.03 WIB, dan tercatat di seismogram dengan amplitudo 40 mm dan durasi 160 detik. Tinggi kolom tak teramati, cuaca berkabut, mendung, hujan, estimasi jarak luncur 1.500 meter ke arah barat daya seperti hulu Kali Krasak dan Boyong.

“Kejadian terus berlanjut pada pukul 19.46 WIB, 20.17 WIB, 20.38 WIB, 21.38 WIB, 21. 40 WIB, 21.45 WIB, 21.48 WIB, 23.14 WIB, serta pukul 23.29 WIB,” katanya Rabu (27/1/2021).

Selama sebelas kali awan panas gugura, jarak luncuran rata-rata antara 1.200 meter hingga 1.500 meter. Sedangkan ketinggian kolom mencapai 400 meter diatas kawah. Status Merapi juga belum ada perubahan yaitu siaga atau level III.

“Guguran juga teramati 4 kali dengan jarak luncur maksimum 400 meter, arah barat daya,” kata Hanik.

Selama 11 kali guguran, BPPTKG juga mencatat terjadi 77 kali gempa guguran, 4 kali gempa embusan, serta 4 kali gempa fase banyak. Warga di Lereng Merapi juga diminta mewaspadai kemungkinan hujan abu serta kemungkinan lahar dingin di alur sungai yang berhulu di Merapi.

3. Sejumlah Lokasi Dilaporkan Alami Hujan Abu Merapi

Gunung Merapi meletus besar pada Rabu (27/1/2021). Sejak 4 Januari 2021, Gunung Merapi sedianya memasuki fase erupsi yang bersifat efusif yang dikenal juga sebagai tipe Merapi, yaitu erupsi dengan aktivitas berupa pertumbuhan kubah lava, disertai dengan guguran lava dan awan panas guguran.

“Pada hari ini, Rabu (27/01), sejak pukul 00.00-14.00 WIB, Gunung Merapi telah meluncurkan 36 kali awan panas guguran dengan jarak luncur antara 500-3000 m ke arah barat daya atau hulu Kali Krasak dan Boyong. Awan panas tercatat di seismogram dengan amplitudo antara 15-60 mm dan durasi 83-197 detik”, ungkap Kepala BPPTKG, Hanik Humaida dalam keterangannnya.

Akibat dari kejadian awan panas guguran tersebut, sejumlah lokasi melaporkan hujan abu dengan intensitas tipis hingga tebal, seperti di Kecamatan Tamansari dan Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali dan beberapa lokasi di Kabupaten Klaten.

“Hujan abu dapat terjadi sebagai akibat dari kejadian awan panas guguran. Untuk itu, masyarakat diharapkan untuk mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik seperti dengan menggunakan masker, kacamata, dan menutup sumber air”, ungkap Hanik

Terkait dengan kejadian hujan abu yang terjadi akibat awan panas guguran ini, Hanik menyatakan, jarak luncur awan panas masih dalam radius bahaya yang direkomendasikan oleh BPPTKG–PVMBG-Badan Geologi, yaitu sejauh 5 km dari Puncak Gunung Merapi pada alur Kali Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih.

Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas di daerah yang direkomendasikan tersebut. Selain itu, terkait dengan masih musim penghujan, Hanik mengimbau masyarakat untuk mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di puncak Gunung Merapi.

Soal potensi bahaya akibat Gunung Merapi meletus, Hanik menyatakan bahwa “potensi bahaya erupsi Gunung Merapi saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya, yaitu meliputi Kali Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih dengan jarak maksimal 5 km dari puncak. Sedangkan erupsi eksplosif masih berpeluang terjadi dengan lontaran material vulkanik diperkirakan menjangkau radius 3 km dari puncak”.

4. Awan Panas Merapi Terjauh Berjarak 3 Ribu Meter

Kepala BPPTKG Hanik Humaida mengatakan, awan panas Gunung Merapi tercatat di seismogram dengan amplitudo antara 15 sampai 60 mm dan durasi 83 sampai 197 detik.

Berdasarkan data pengamatan BPPTKG, awan panas guguran dengan jarak luncur terjauh yakni 3.000 meter dengan amplitudo 55 mm dan durasi 317.8 detik.

Jarak luncur awan panas itu, katanya, masih dalam radius bahaya yang direkomendasikan oleh BPPTKG, yaitu sejauh lima kilometer dari puncak Gunung Merapi pada alur Kali Boyong, Bedok, Krasak, Bebeng, dan Putih.

Ia menjelaskan akibat awan panas guguran itu, sejumlah daerah melaporkan kejadian hujan abu dengan intensitas tipis, seperti di beberapa desa di Kecamatan Tamansari, Kabupaten Boyolali dan Kota Boyolali.

Masyarakat diharapkan mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik, seperti menggunakan masker, menggunakan kacamata, dan menutup sumber air.

"Sehubungan dengan hujan abu yang masih terjadi di area puncak masyarakat juga perlu mewaspadai bahaya lahar, terutama saat terjadi hujan di puncak Gunung Merapi," ujarnya.

BPPTKG mempertahankan status Gunung Merapi pada Level III atau Siaga dengan potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya, meliputi Sungai Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal lima kilometer.

"Sedangkan erupsi eksplosif masih berpeluang terjadi dengan lontaran material vulkanik yang diperkirakan menjangkau radius tiga kilometer dari puncak," kata Hanik Humaida.

5. Akses Menuju Merapi Ditutup

Petugas menutup akses warga menuju Gunung Merapi setelah adanya peristiwa letusan dan muntahan awan panas dari gunung yang berada di perbatasan Yogyakarta dan Jawa Tengah itu.

Warga Turgo, Sleman, Yogyakarta akan diungsikan menyusul meletusnya Gunung Merapi, Rabu (27/1/2021). "Mengevakuasi warga Turgo Purwobinangun Pakem ke Titik Kumpul di SD Sanjaya dan Lapangan Tritis," demikian informasi dari Posko Tanggap Darurat Bencana Gunung Merapi.

Sejumlah armada dan sumber daya BPBD dan instansi terkait serta relawan dikerahkan untuk membantu proses evakuasi. Selain itu, juga disediakan barak pengungsian Purwobinangun di Watuadeg Purwobinangun Pakem. Kemudian, disiapkan juga dapur umum.

"Membatasi atau menutup akses jalan ke Turgo Purwobinangun Pakem," demikian informasinya.

Sebelumnya, terjadi awan panas guguran di Gunung Merapi pukul 13.32 WIB. Awan panas guguran tercatat di seismogram dengan amplitudo 70 mm dan durasi 240 detik, tinggi kolom tak teramati berkabut, estimasi Jarak luncur 2000 m ke arah Barat Daya : hulu Kali Krasak.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini