Terpapar dari Orangtua, 2 Bayi Positif Covid-19

Solichan Arif, Koran SI · Jum'at 29 Januari 2021 00:29 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 28 519 2352646 terpapar-dari-orangtua-2-bayi-positif-covid-19-mjAqhZ73bW.jpg Foto: Illustrasi Shutterstock

BLITAR - Hari ketiga pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jilid II di Kota Blitar, terdapat penambahan 27 kasus positif Covid-19 baru. Dari 27 kasus positif baru tersebut, dua diantaranya bayi berusia tujuh bulan dan sembilan bulan.

"Bayi laki laki berusia tujuh bulan dari Kelurahan Pakunden dan bayi laki laki sembilan bulan dari Kelurahan Kepanjen Lor," ujar Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Blitar, Didik Djumianto dalam keterangannya, Kamis (28/1/2021).

Baca juga:  Wapres Minta Umat Percaya Program Vaksinasi sebagai Upaya Jaga Diri dari Covid-19

Kedua bayi positif Covid-19 tersebut diisolasi di rumah isolasi Kota Blitar. Keduanya diduga terpapar dari orang tuanya. Selain dua bayi, di saat yang sama tiga bocah di bawah umur juga dinyatakan positif Covid-19.

Ketiga bocah tersebut masing masing berusia empat tahun, lima tahun dan delapan tahun. Satu diantaranya menjalani isolasi mandiri.

"Ketiganya warga Kelurahan Karangsari, Kelurahan Pakunden dan Kelurahan Sukorejo," terang Didik.

Baca juga:  Hadapi Covid-19, Ketum MUI: Jangan Sampai Hilang Keyakinan!

Dari 27 tambahan kasus positif baru yang dirilis Kamis (28/1/2021), pasien lainnya berusia antara 15 tahun hingga 66 tahun. Pada saat yang sama, 29 pasien positif Covid-19 yang sebelumnya diisolasi dan menjalani perawatan, dinyatakan sembuh.

Sementara itu, Wali Kota Blitar Santoso meminta pasien Covid-19 yang telah sembuh di Kota Blitar melakukan donor plasma konvalesen. Secara medis, plasma darah para penyintas Covid-19 tersebut, berguna untuk meningkatkan imun mereka yang sakit.

"Kami meminta kerelaanya untuk melakukan donor plasma konvalesen," kata Santoso. Terkait plasma konvalesen, Pemkot Blitar telah mengalokasikan anggaran Rp 400 juta untuk pengadaan lemari pendingin.

Lemari pendingin tersebut khusus untuk menyimpan plasma darah. Dengan suhu rendah hingga minus 30 derajat celcius, plasma darah akan bertahan sampai dua tahun. Santoso juga meminta para pemilik usaha makanan dan minuman untuk lebih mentaati aturan PPKM.

Yakni terutama terkait pembatasan jam malam maksimal pukul 20.00 Wib. Bagi yang ketahuan melanggar, Pemkot akan memberi teguran tertulis. Namun jika masih membandel, kata Santoso pihaknya tidak segan mencabut izin usaha.

"Karena semi keselamatan masyarakat," tegas Santoso.

Tercatat hingga 28 Januari 2021, jumlah kasus positif COVID-19 di Kota Blitar mencapai 1.474 kasus. Perinciannya, 1.304 orang sembuh, 63 orang meninggal dunia, 81 orang menjalani isolasi di rumah isolasi, 9 isolasi mandiri, dan 17 menjalani perawatan di rumah sakit.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini