Kemendikbud Bakal Kembangkan UKBI Adaptif Merdeka bagi Difabel

Vitrianda Hilba Siregar, · Jum'at 29 Januari 2021 16:40 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 29 65 2353100 kemendikbud-bakal-kembangkan-ukbi-adaptif-merdeka-bagi-difabel-epzRes3qND.jpg Kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (Foto:Okezone/Dok)

JAKARTA- Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia atau UKBI Adaptif Merdeka bagi difabel akan dikembangkan pemerintah.

“Pengembangan model UKBI Adaptif Merdeka ini ke depan dapat memfasilitasi para difabel yang dapat mengikuti ujian secara daring. Ada permintaan dari sejumlah pihak, terutama para dosen yang setiap hari berinteraksi dengan teman kita yang difabel,” ujar Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Endang Aminudin Aziz di Jakarta, Jumat (29/1/2021).

Dia menambahkan peluncuran UKBI Adaptif Merdeka tersebut disambut baik oleh masyarakat. "Tercatat hingga saat ini, terdapat sebanyak 600 calon peserta UKBI Adaptif Merdeka yang mendaftar," katanya.

“Mereka adalah para mahasiswa, guru, pelajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) dari Korea Selatan dan Singapura,” terang dia.

Baca Juga: Lulus SNMPTN Tahun 2020 dan 2019 Tak Bisa Daftar UTBK 2021

Kemendikbud bekerja sama dengan perguruan tinggi, asosiasi profesi, lembaga BIPA baik di dalam dan luar negeri, dan lembaga negara yang secara rutin menyelenggarakan pelatihan Bahasa Indonesia.

Sebelumnya, baru 67 perguruan tinggi yang mewajibkan mahasiswa yang menggunakan sertifikat UKBI sebagai kelengkapan ijazah mereka. Aminudin berharap jumlah tersebut dapat terus bertambah.

Terdapat tiga perbedaan yang mendasar antara UKBI versi sebelumnya dengan UKBI Adaptif Merdeka. Pertama, desain uji yang mana sebelumnya setiap peserta mendapatkan paket lengkap yang terdiri dari 105 soal untuk tiga sesi uji mendengarkan, merespons kaidah dan membaca yang durasinya 95 menit.

Pada UKBI Adaptif Merdeka itu, setiap peserta mendapatkan soal yang berbeda jumlahnya dan waktunya. Hal itu bergantung pada kemampuan dan estimasi peserta oleh komputer.

Kedua, pada UKBI Adaptif Merdeka disajikan dalam bentuk daring mulai dari pelaksanaan hingga sertifikasi. Sebelumnya, melalui kertas dan menggunakan komputer luar jaringan.

Ketiga, antara penguji dan peserta tidak harus tatap muka. Beda halnya dengan UKBI sebelumnya yang harus tatap muka. Pengujian dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja tanpa harus bertemu antara penguji dan peserta. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini