Awalnya Kakak Adik Ini Tak Kompak, Tapi Semua Berubah Setelah Jadi Relawan C19

Reza Andrafirdaus, Okezone · Minggu 31 Januari 2021 12:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 30 65 2353635 awalnya-kakak-adik-ini-tak-kompak-tapi-semua-berubah-setelah-jadi-relawan-c19-3vW536A5s7.jpg Relawan Covid-19 (Foto:Freepik)

JAKARTA – Persaingan bisa terjadi di mana dan kapan saja. Bahkan persaingan juga dapat terjadi di dalam keluarga, antar saudara.

Seperti yang dialami Aliya Hollun dengan adiknya Rylee. Aliya telah mengalami beban emosi dengan ketiga saudaranya, termasuk dengan Rylee.

Rylee adalah saudara perempuannya yang paling dekat dengan usianya makin meningkatkan emosi persaingan.

Nilai A pada tes ejaan adiknya, bagi Aliya mengakibatkan rasa penghinaan terhadap dirinya. Namun, seiring bertambahnya usia, kenaifan Aliya memudar. Dia tidak lagi melihat ke Rylee dari seberang "ring tinju", tetapi sebagai sumbernya untuk belajar.

Baca Juga: 4 Jurusan Bisnis Paling Diminati Tahun 2020 dan 2021

Dilansir dari Her Campus pada Minggu (31/1/2021), Aliya kini sangat bangga dengan saudara perempuanya. Dia bangga atas kemampuan Rylee untuk menjalani "kehidupan dewasa" pasca-perguruan tinggi.

Dia bangga sebab Rylee memutuskan untuk menjadi relawan Covid-19 atau C19.

Baca Juga: Calon Maba, Yuk Kenali Perubahan di SMA vs Kuliah

Sebagai lulusan perguruan tinggi baru-baru ini yang tidak memiliki hubungan dengan Anthony Fauci, kata Aliya, saudara perempuanya itu menerima pekerjaannya atas kemampuannya sendiri.

Berikut ini telah kami rangkum 5 nasihat untuk para fresh graduate seperti Rylee yang bisa diterapkan dalam kehidupan.

1.Membangun Jaringan.

Percaya atau tidak Rylee mendapatkan pekerjaan dari Rockefeller atau Rothschild, itu malah dihasilkan dari seorang wanita berusia 90 tahun yang baik hati bernama Nanette.

Padahal hubungan keluarga Aliya dan Rylee dengan masyarakat tidak menguntungkan.

Namun Rylee telah menerapkan satu konsep, yaitu bicara, bicara, bicara. Nah, jadi suatu pagi di New Orleans, dia menyantap ayam gorengnya di restoran favoritnya, dia mau tidak mau bertanya kepada wanita secara acak, "Bagaimana pagi Anda?" Tentu saja, mengajukan pertanyaan seperti itu bukan dengan motif mementingkan diri sendiri, melainkan ketulusan yang tulus.

Setelah berbicara selama berjam-jam, akhirnya nenek berusia 90 tahun menyarankan agar dia melamar ke CDC karena hasratnya untuk melawan penyakit umum dan berhasil.

2.Jangan Meragukan Diri Sendiri.

Jangan meragukan kemampuan diri sendiri. Seharusnya katakan “bisa”. Rylee mengatakan kepada Aliya, ketika melamar pekerjaan harus percaya diri. Tanamkan dalam diri jika perusahaan menolak, itu akan rugi bagi mereka.

3.Lawan Sindrom Penipu

Rylee bekerja untuk memerangi pandemi di tingkat federal. Hal ini adalah prestasi yang mengesankan bagi lulusan perguruan tinggi dengan hanya pengalaman satu tahun di lapangan.

Namun bagi Rylee pekerjaan ini melibatkan keyakinan dan keyakinan saja. Jangan takut dengan posisi baru apalagi pengalaman yang minim. Dekati setiap tugas dengan mentalitas seorang eksekutif.

4.Kerja Komunitas Sangat Penting

Magang sangat berperan penting sebelum mendapat pekerjaan yang sesungguhnya. Inilah yang sudah dilakukan Rylee. Rylee mendapat kerja setelah magang di perguruan tinggi.

Penasihat dan profesor sama-sama mengatakan kepada Rylee bahwa penelitian dan penelitian hanya akan memberinya pengalaman dan kekuatan otak paling banyak. Selain itu mempelajari cara berinteraksi dengan orang adalah keterampilan yang paling diinginkan dan paling sulit diperoleh.

Rylee, sekarang bekerja di tingkat federal, menyatakan bahwa memahami masyarakat umum pada tingkat pribadi sangat berharga. Nasihat ini benar, bahkan dalam pengaturan virtual.

5.Ingat, Itu Semua Tidak Selalu Berjalan Sesuai Rencana

Setelah menerima pekerjaan impiannya, rencana Rylee malah terhalang. CDC membutuhkan Rylee di New Hampshire. Seorang gadis Miami sepertinya dengan keberanian luar biasa dan gaya busana yang berani tidak cocok dengan "The Granite State".

Namun Rylee tetap pergi ke New Hampshire meskipun belum pernah melihat, apalagi berurusan dengan, salju.Enam bulan kemudian, Rylee berjalan di salju. Ketika dia pertama kali tiba, dia tidak mengenal satu orang pun di negara bagian itu dan dia berterus terang tentang perbedaan budaya di sana.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini