ITB Bakal Bangun 'Jatinangor Valley', Semacam Silicon Valley di Amrik

Riezky Maulana, iNews · Minggu 31 Januari 2021 06:24 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 31 65 2353787 itb-bakal-bangun-jatinangor-valley-semacam-silicon-valley-di-amrik-NtsQOPIkt6.jpg ITB akan membangun Jatinangor Valley. (Foto: Dok ITB)

BANDUNG - Institut Teknologi Bandung (ITB) berencana membuat sebuah gebrakan baru dalam dunia pendidikan Indonesia. ITB berupaya mengembangkan kampus di Jatinangor, Kabupaten Sumedang menjadi Jatinangor Valley dengan menonjolkan teknologi digital 4.0.

"Ke depannya mudah-mudahan ini bisa menjadi, kalau kalimatnya agak bombastisnya adalah Silicon Valley, menjadi Jatinangor Valley," kata Direktur Pendidikan ITB Arief Hariyanto diskusi daring, Sabtu (30/1/2021).

Tahapan untuk merealisasikan hal tersebut, ujarnya, dimulai dari kolaborasi keilmuan atas dua program studi (prodi), yakni Teknik Informatika dan Desain Komunikasi Visual (DKV).

Arief mengemukakan, dari tahapan kolaborasi itu, alumni yang lulus dari ITB dapat mengenal dasar-dasar di bidang lain. Sebagai contoh, alumni lulusan Desain Komunikasi Visual (DKV) dapat paham bidang teknologi informasi. Begitupun sebaliknya.

"Nanti dalam pelaksanaannya, kami merencanakan membuat program. Mereka akan membuat kolaborasi, sehingga alumni-alumni yang dihasilkan tidak hanya fokus pada bidangnya dia. Tetapi ya dia alumni yang mengenal bidang digital dan IT," ujarnya.

Para dosen dari kedua program studi tersebut, tutur Arief, juga telah merancang, salah satunya dalam program khusus Desain Komunikasi Visual yakni narasi visual digital. Nanti, mereka akan membuat produk-produk game online.

"Bagaimana perkembangan game online. Itu bisnis besar. Kalau orang hanya berbasis DKV saja, tentu dia akan kesulitan untuk membuat sebuah produk yang berbasis IT. Tetapi kalau seorang ahli DKV yang sudah memiliki kemampuan dasar atau paling tidak mengenal secara baik tentang dunia IT, maka untuk merealisasikannya menjadi produk berbasis IT akan lebih mudah," tutur Arief.

Produk visual berbasis digital ini, kata Arief akan menjadi kekuatan yang ditonjolkan oleh ITB Jatinangor. Dia pun berharap agar hal ini dapat menjadi titik awal dalam memulai industri sistem perangkat lunak.

"Kami menginginkan program studi ini menjadi motor awal. Supaya ITB kampus Jatinangor akan menjadi titik awal bagaimana antar program studi itu saling berkolaborasi," ucapnya.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini