Kasus Jagal Kucing di Medan, Polisi Belum Cukup Bukti Tetapkan Tersangka

INews.id, · Senin 01 Februari 2021 17:19 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 01 608 2354603 kasus-jagal-kucing-di-medan-polisi-belum-cukup-bukti-tetapkan-tersangka-RIbsjsOFvT.jpg Rumah jagal kucing di Medan (Foto : iNews)

MEDAN - Sampai saat ini polisi masih menyelidiki kasus rumah jagal kucing yang viral di media sosial di Kota Medan. Hasil penyelidikan sejauh ini masih sebatas pemeriksaan para saksi dan belum ada yang ditetapkan tersangka.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Hadi Wahyudi mengatakan, saat ini penyidik Polsek Medan Area sudah memeriksa lima saksi. Termasuk pemilik rumah jagal dan korban yang membuat laporan polisi.

“Kasusnya masih lidik, kami belum cukup bukti menaikkan statusnya menjadi tersangka,” ujarnya, Senin (1/2/2021).

Menurutnya, penyidik saat ini melihat kasus tersebut ke arah dugaan pencurian. "Kami mengangkat kasus hukumnya pencurian atau kehilangannya itu,” katanya.

Dalam penyelidikan ini, saksi yang diperiksa yakni pemilik rumah jagal berinisial NS, kemudian pekerja di tempat tersebut. Selanjutnya, pelapor Sonia, serta satu orang rekannya serta orang tua pelapor.

Hasil pemeriksaan, pemilik rumah mengaku menjalankan aktivitas pemotongan kucing liar di rumahnya. Namun dia membantah yang dipotong merupakan jenis kucing persia atau peliharaan lainnya.

Baca Juga : 4 Fakta Kasus Jagal Kucing di Medan, Nomor 3 Bikin Ngilu

Sebelumnya, viral berita di media sosial instagram seorang perempuan menunjukkan temuan potongan kepala kucing di Jalan Tangguk Bongkar VII Kelurahan TSM II Kecamatan Medan Denai. Perempuan itu mengaku kalau bangkai itu diduga kucingnya yang hilang.

Kemudian, petugas Polsek Medan Area mengecek ke lokasi dan menemukan karung yang berisi potongan kepala dan organ tubuh kucing. Selanjutnya, petugas membawa barang bukti tersebut ke Mapolsek Medan Area.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini