Peneliti UNS Hadirkan Telur Asin Rendah Sodium untuk Penderita Hipertensi

Vitrianda Hilba Siregar, · Senin 01 Februari 2021 14:26 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 01 65 2354438 peneliti-uns-hadirkan-telur-asin-rendah-sodium-untuk-penderita-hipertensi-EqOB702Yjz.jpg Tiga Dosen UNS berhasil melakukan inovasi dengan dengan membuat telur asin yang cocok dikonsumsi penderita hipertensi. (Foto: Humas UNS)

Pada riset tersebut digunakan telur itik semi intensif yang umum digunakan untuk membuat telur asin. Yakni telur dari itik yang dipelihara dengan sistem angon atau gembala, di mana pakannya berasal dari pakan buatan dan pakan yang diperoleh saat angon.

Pada riset selanjutnya, tim ini mencoba mengaplikasikan pada telur itik intensif yang merupakan hasil dari pemeliharaan sistem kandang yang secara keseluruhan mengonsumsi pakan buatan.

“Telur itik intensif menghasilkan telur dalam jumlah lebih banyak dibanding itik sistem pemeliharaan semi-intensif. Sehingga harganya pun lebih murah,” imbuh Dr. Setyaningrum.

Untuk memperlama umur simpan dan menambah kesat tekstur telur asin rendah sodium yang dihasilkan, maka solusi berikutnya yang diambil adalah dengan penambahan proses pengovenan pada suhu 100 derajat Celcius dengan waktu 30 menit. Alternatif ini mampu menghasilkan telur asin rendah sodium dengan kualitas sensori (warna kuning telur, warna putih telur, aroma, rasa, tekstur) terbaik.

Tidak dapat dipungkiri, faktor utama penerimaan konsumen dan permintaan pasar terhadap telur asin adalah tekstur kuning telur. Tekstur kuning telur yang masir dan yang lebih berminyak lebih disukai konsumen. Keunggulan lainnya, umur simpan telur asin tersebut mencapai 12 hari.

“Hasil penelitian ini memberikan alternatif pengembangan telur itik intensif untuk produksi telur asin rendah sodium. Dan, sebagai produk inovasi telur itik asin yang lebih aman dan memiliki kualitas lebih baik,” jelas Dr. Setyaningrum.

(Vitri)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini