Pemotor yang Tewas Dilempar Puing oleh Orang Gangguan Jiwa Ternyata Hendak Menikah

Wahyudi Aulia Siregar, Okezone · Rabu 03 Februari 2021 14:23 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 03 608 2355768 pemotor-yang-tewas-dilempar-puing-oleh-orang-gangguan-jiwa-ternyata-hendak-menikah-HU5MCsPZGx.jpg Foto: Ist

MEDAN - Seorang pria paruh baya bernama Rudi Sutrisno (50), tewas setelah mendapatkan luka akibat serangan seseorang yang diduga merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

(Baca juga: Lagi Melintas, Pemotor Tewas Dilempar Puing Seberat 4 Kg)

Insiden itu terjadi di depan Pos Lantas Tanjungmorawa, di Jalan Lintas Medan-Lubukpakam, Kecamatan Tanjungmorawa, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara pada Senin, 1 Februari 2021 sore kemarin.

Kapolsek Tanjungmorawa, AKP Sawangin, mengatakan, insiden itu terjadi saat Rudi tengah melintas dengan sepeda motornya di lokasi tersebut. Kala itu ia berboncengan dengan sang calon istri, Dini Armayani.

(Baca juga: Kapolri Hapus Tilang di Jalan, Langgar Lalu Lintas Akan Diblokir dan Tak Bisa Perpanjang Pajak)

Mereka tiba-tiba dilempar oleh pelaku dengan menggunakan batu bekas coran semen yang berukuran cukup besar. Batu itu mengenai bagian rusuk kiri Rudi hingga ia mengalami luka.

"Korban sempat membuat laporan ke Polsek Tanjungmorawa atas insiden tersebut. Sehingga tersangka langsung kita tangkap dan bawa ke Polsek," sebut Sawangin, Rabu (3/2/2021).

Usai membuat laporan, Rudi kemudian dibawa berobat ke klinik Pratama Desa Limau Manis, Kecamatan Tanjungmorawa. Setelah dari klinik, korban di bawa pulang ke rumahmya.

"Namun malam harinya sekitar setengah sepuluh malam, korban mengalami syok akibat luka tersebut dan kembali dilarikan ke rumah sakit. Namun sesampainya di RS Siti Fatmawati, korban sudah dinyatakan meninggal dunia," pungkasnya.

Saat ini, kata Sawangin, pihaknya masih melakukan penyelidikan atas insiden tersebut. Ia mengaku kesulitan berkomunikasi dengan tersangka.

"Bicaranya lari-lari (ngelantur).Kita tanya dia ketawa-ketawa. Namanya empat kali berubah saat kita tanya. Bisa dikatakan sakit mental," tukasnya

Saat ini, ungkap Sawangin, pihaknya akan berkonsultasi dengan ahli kejiwaan untuk mengetahui secara pasti kondisi kejiwaan tersangka.

Meskipun begitu, pihaknya akan membawa pelaku ke rumah sakit jiwa, untuk memastikan kondisi kejiwaanya.

"Tetap kita proses kasusnya. Dia (tersangka) kita kirim ke rumah sakit jiwa untuk diperiksa. Selanjutnya nanti keputusannya bukan dari kepolisian tapi dari rujukan atau vonis kesehatan," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini