Dentuman Misterius di Malang Terdengar Lebih dari 24 Jam, Benda Luar Angkasa Jatuh?

Avirista Midaada, Okezone · Kamis 04 Februari 2021 11:46 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 04 519 2356313 dentuman-misterius-di-malang-terdengar-lebih-dari-24-jam-benda-luar-angkasa-jatuh-sVWgdauqz1.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

KOTA MALANG - Suara dentuman misterius di Malang Raya masih juga terdengar hingga Kamis (4/2/2021) dini hari. Beragam dugaan suara dentuman ini muncul, mulai berasal dari aktivitas pergerakan vulkanik, cuaca, hingga pergerakan benda luar angkasa.

Peneliti Pusat Sains Antariksa LAPAN (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional), Rorom Priyatikanto mengatakan, bisa jadi suara dentuman berasal dari benda-benda angkasa yang jatuh di Malang. Namun karena ketiadaan alat yang memadai, menyebabkan aktivitas pergerakan benda-benda luar angkasa yang berukuran kurang dari satu meter, tidak bisa terpantau.

Baca juga: Suara Dentuman Misterius, Wali Kota Malang: Masyarakat Tenang, Jangan Cemas

"Sulit atau bahkan tidak mungkin melakukan pemantauan atau pengamatan meteor berukuran kurang dari 1 meter, sebelum benda tersebut memasuki atmosfer Bumi. Bila terdapat kamera medan lebar (all sky camera) di banyak titik, amat dimungkinkan untuk melakukan pengamatan atau deteksi meteor terang, yang masuk atmosfer. Sayangnya, belum banyak kamera semacam itu di Indonesia," ujarnya saat dikonfirmasi Okezone, pada Kamis (4/2/2021) pagi.

Namun Rorom menerangkan, bila berdasarkan pengakuan dan laporan yang masuk, suara dentuman tersebut dengan interval waktu yang lama. Pihaknya pun belum bisa memastikan suara dentuman itu berasal dari pergerakan benda-benda angkasa.

Baca juga: Dentuman Misterius di Malang Raya, BPBD Masih Cari Sumber Suara

"Kami belum mendapatkan informasi atau data yang jelas sehingga sulit untuk memberikan dugaan sekalipun. Beberapa netizen menyebutkan bahwa gemuruh atau dentuman berlangsung pada waktu yang cukup lama, bukan sesekali. Sementara dentuman sonic boom yang berasosiasi dengan meteor, durasinya singkat, hanya dalam hitungan detik," terangnya.

"Selain itu, amat kecil kemungkinan meteor jatuh berulang, dalam waktu dekat di suatu tempat. Rata-rata, hanya satu meteor yang jatuh di area seluas 5.000 km per segi, setiap 10 tahun," imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, suara dentuman misterius terdengar sejak Selasa malam 2 Februari 2021 sekitar pukul 23.40 WIB. Suara dentuman misterius ini bahkan sempat membuat kaca jendela bergetar dan warga keluar rumah mencari sumber suara.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini