Istri dan Anaknya Meninggal Usai Makan Tutug Oncom, Begini Keterangan Suami Korban

INews.id, · Kamis 04 Februari 2021 23:36 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 04 525 2356740 istri-dan-anaknya-meninggal-usai-makan-tutug-oncom-begini-keterangan-suami-korban-RMTnNIN3nS.jpg Ilustrasi (Shutterstock)

CIANJUR - Seorang ibu dan anak meninggal dunia usai menyantap nasi tutug oncom, pada Kamis (4/1/2021). Hal ini menggegerkan warga Kampung Tugusari, Kelurahan Sayang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Aidah (45) dan anak sulungnya Fuji (20) meninggal dunia diduga keracunan makanan kedaluwarsa tersebut.

Berikut penuturan Dedi Sunardi (55), suami korban Aidah dan ayah dari Fuji. Kepada wartawan, Dedi mengatakan, sebelum kejadian, keluarganya diberi oncom oleh tetangga.

Namun oncom itu tak langsung dimasak oleh istrinya, almarhumah Aidah. Oncom disimpan selama dua hari. Setelah dua hari, oncom dibakar lalu ditumbuk bersama nasi.

"Ada yang ngasih oncom. Disimpan dua hari di rumah. Pas hari kedua, dimasak juga enggak, tapi dibakar. Terus diaduk sama nasi, langsung aja dimakan," kata Dedi.

Oncom yang diolah bersama nasi itu, ujar Dedi, kemudian disantap bersama. Yang tidak memakan nasi tutug oncom itu hanya anak bungsu. Sebab anak bungsu tidak suka oncom.

"Pas mau dimakan, dateng anak yang kecil, kelas tiga SD. Pak, (anak bungsu) nanya ke saya, mamah makan sareng, sama apa? Saya bilang, jangan dede mah, ini cuma oncom," ujar Dedi.

"Dede mah gila (gak suka). Ya dia mah pulang (pergi) lagi. Gak ah, dede mah gk makan. Dia minta duit aja Rp2.000 buat beli cupang. Gak tau (kejadiannya) kalo dia makan mah," tutur pria paruh baya ini.

Setelah menyantap nasi tutug oncom tersebut, kata Dedi, dirinya merasakan mual, pusing, dan keringat dingin. Dedi lantas meminta dipijat oleh almarhumah Aidah.

"Kalo bapak mah. Waktu itu, bapak yang kena duluan. Malem. Kesang (keringat) dingin, apa gitu ya. Mual. Pusing. Sama ibu dipijit. Sampe bapak kentut," kata Dedi.

Baca Juga : Makan Kerupuk Kulit Ikan Buntal, Siswi Ini Tewas Keracunan

Sedangkan almarhumah Aidah istrinya saat itu belum merasakan gejala apapun. Gejala tak enak baru dirasakan Aidah pada Senin (1/2/2021) malam.

"Ibu belum apa-apa waktu itu (saat memijat) mah. Pas malem Senin, pak mual. Muntah, tapi gak tau keluar ato enggak. Singatnya mah, bulak-balik ke aer (ke kamar mandi)," ujarnya.

Ditanya apakah oncom yang diolah menjadi tutug dan disantap bersama itu beli, Dedi kembali menegaskan, makanan itu diberi oleh tetangga.

"Gak (tidak membeli). Sering dikasih. Biasanya langsung dimasak digoreng, disayur. Tapi ini dua hari didiemin, gak goreng, gak disayur. tapi dibakar. Kalo orang kampung mah dibikin gegetug (tutug). Kan memang enak perasaan mah," tutur Dedi.

Diberitakan sebelumnya, Kasatreskrim Polres Cianjur AKP Anton mengatakan, penyidik sudah mengambil sampel nasi tutug oncom yang diduga sebagai penyebab tewasnya ibu dan anak, Aidah dan Fuji (20) yang sempat menjalani perawatan di RSUD Cianjur, namun nyawanya tidak tertolong, untuk diperiksa di laboratorium.

"Sampel tersebut akan diserahkan ke Dinkes Cianjur, untuk selanjutnya diuji di laboratorium guna mengetahui penyebab tewasnya kedua orang korban setelah mengkonsumsi oncom atau bukan," kata AKP Anton.

Dugaan sementara, tutur dia, olahan oncom menjadi penyebab keracunan hingga mengakibatkan korban meninggal. Namun belum dapat pastikan apakah ada unsur kelalaian dalam pengolahan atau memang oncom tersebut mengandung bahan berbahaya.

"Kami kepolisian masih mengecek ya secara scientific untuk mengetahui penyebab kematian. Tapi dugaan awal, korban meninggal seusai memakan makanan mengandung racun," ujar Kasatreskrim Polres Cianjur.

Kepala Seksi Survailans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Cianjur Asep Helmi, mengatakan, sampel tersebut akan diuji di Labkesda Jawa Barat. Proses pengujian membutuhkan waktu satu minggu hingga hasilnya keluar dan dipastikan bakteri atau bahan berbahaya apa yang terkandung di dalamnya.

Baca Juga : Diduga Keracunan Makanan saat Hajatan, Puluhan Orang Dirawat

"Sampel sudah dibawa ke Labkesda Jabar di Bandung. Tinggal menunggu hasil labnya untuk memastikan apa penyebab kedua orang itu meninggal setelah mengkonsumsi nasi tutug oncom atau penyebab lain," kata Asep.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini