Kemenkes Backup Dana Rp700 Miliar untuk Penelitian Covid-19

Vitrianda Hilba Siregar, · Kamis 04 Februari 2021 12:57 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 04 65 2356364 kemenkes-backup-dana-rp700-miliar-untuk-penelitian-covid-19-Do3ueFluVb.jpg Menristek/Kepala BRIN Bambang PS Brodjonegoro saat menghadiri Raker dengan Komisi IX. (Foto: Kemenristek)

JAKARTA- Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan akan mendukung penelitian terkait Covid-19 melalui dana yang dialokasikan sekitar Rp700 miliar. Dana diperuntukkan untuk riset vaksin, alat kesehatan, obat-obatan dan Whole Genome Sequencing.

“Saya sudah bilang kepada Ibu Sri Mulyani (Menteri Keuangan) bahwa uang ini tidak akan semua ditaruh di Kemenkes tapi untuk penelitian sektor kesehatan,” ujarnya saat menghadiri Rapat Kerja dengan Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta (3/2/2021).

Sementara itu Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang PS Brodjonegoro menyampaikan saat ini peneliti dari Universitas Gadjah Mada (UGM) sudah berhasil mengembangkan alat deteksi cepat Covid-19 yang diberi nama GeNose C19.

Baca Juga: 60 Produk Karya Anak Bangsa Berhasil Diciptakan dalam 1 Tahun

“GeNose sudah diuji validasinya dengan 2.000 sampel dan akurasinya sudah 90 persen. Semakin banyak dipakai alat ini akan semakin akurat karena akan selalu di update oleh tim dari UGM. Namun, hadirnya GeNose ini bukan untuk menggantikan tes usap polymerase chain reaction (PCR), hanya sebagai penyaring atau screening saja,” jelas Menteri Bambang.

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono mengatakan, penelitian biomolekuler SARS CoV-2 merupakan hal penting karena menjadi salah satu modal kuat untuk melakukan pemeriksaan dan tindakan di hulu penanganan Covid-19.

"Ada lima hal yang tengah dikerjakan oleh Kementerian Kesehatan dalam upaya mengurangi penularan Covid-19. Kelima hal tersebut adalah pengembangan jejaring laboratorium pemeriksaan Covid-19, penelitian biomolekuler SARS CoV-2, penelitian uji klinis obat, monitoring evaluasi efektivitas vaksin, serta penelitian diagnosis," paparnya.

Oleh karena itu, untuk melakukan evaluasi, Kemenkes akan melakukan tindakan implementatif lainnya untuk membuat laboratorium tersebut tersebar di seluruh Indonesia dengan lebih merata, sehingga pemeriksaan lebih terkoordinasi, efektif, dan luas.

“Itu akan kami kerjakan sehingga testing di Indonesia akan lebih menggambarkan hasil lebih spesifik seluruh wilayah Indonesia, karena saat ini masuk terfokus di kota besar saja. Setelah testing, kemudian kita melakukan tracing, dan akhirnya menjadi treatment. Jadi testing adalah modal kuat untuk melakukan tracing,” paparnya. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini