BPPTKG Jelaskan Terkait Munculnya Kubah Lava Baru di Merapi

INews.id, · Jum'at 05 Februari 2021 20:17 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 05 510 2357328 bpptkg-jelaskan-terkait-munculnya-kubah-lava-baru-di-merapi-XJDCJ3GI4l.jpg Gunung Merapi (Foto : BPPTKG)

YOGYAKARTA - Status Gunung Merapi masih dalam status siaga atau level III. Setelah kubah lava 2021 mengalami guguran dan mengeluarkan awan panas serta lava pijar, saat ini mulai muncul kubah lava baru di sisi selatan kawah Merapi.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Hanik Humaida mengatakan, dari pemantauan yang dilakukan pada 4 Februari, diketahui adanya perubahan morfologi. Kuat dugaan ini muncul karena adanya kubah lava baru.

“Jadi ini hasil pemantauan pada hari Kamis, hari ini kita mencoba lakukan pengamatan kembali, namun terkendala cuaca," kata Hanik, Jumat (5/2/2021).

Baca juga:  Gunung Merapi Luncurkan Lava Pijar 9 Kali, Aktivitas Vulkanik Masih Tinggi

Kubah lava baru ini berbeda arah dengan kubah lava 2021. Ini lantaran posisi kubah lava berada di sisi selatan kawah utama. Apabila terjadi guguran arahnya ke selatan menuju ke Gendol sesuai dengan bukaan kawah Merapi. Namun ini masih satu lajur dengan kubah lava di sisi barat.

Hanik mengatakan, kubah lava baru ini ukurannya masih kecil. Kondisi ini menjadikan potensi guguran lava pijar atau awan panas dengan jarak yang jauh juga kecil.

Baca juga:  Gunung Merapi Muntahkan Guguran Lava Pijar Sejauh 900 Meter

“Potensi memang ada, namun kecil sehinggga masih aman karena jarak pemukimam warga berada di radius 6,5 Km,” katanya.

 

Sementara dari pemantauan seismik, deformasi, dan gas menurun. Tidak ada tekanan magma berlebih yang mencerminkan adanya tambahan suplai magma. Sedangkan kecepatan pertumbuhan kubah lava maksimal 22 rb m3/hari per 23 Januari dengan rata-rata sebesar 8 rb m3/hari. Laju ektrusi magma diperkirakan sekitar 24 rb/m3.

“Volume kubah lava mencapai 158 ribu meter kubik pada 25 Januari 2021. Pada tanggal 28 Januari 2021 menurun menjadi sebesar 62 ribu meter kubik karena aktivitas guguran dan awan panas. Kemudian pada tanggal 4 Februari 2021 menjadi 117 ribu m3 dengan laju pertumbuhan 13 ribu m3/hari,” katanya.

Saat warga juga harus mewaspadai kemungkinan terjadinya lahar hujan atau dikenal dengan lahar dingin di hulu sungai Krasak dan Boyong.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini