Kabur dari Rumah Sakit, Aktivis Ini Minta Perlindungan Polisi dengan Tangan Terinfus

Wahyudi Aulia Siregar, Okezone · Sabtu 06 Februari 2021 17:11 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 06 608 2357692 kabur-dari-rumah-sakit-aktivis-ini-minta-perlindungan-polisi-dengan-tangan-terinfus-llmlefaIdc.jpg foto: ist

MEDAN - Aktivis Antikorupsi, Fakhrurozi mendatangi Markas Polda Sumatera Utara di Jalan Sisingamangaraja, Kota Medan, Sabtu (6/2/2021).

(Baca juga: Punya Riwayat Jantung, Keluarga Bantah Firmanzah Meninggal karena Covid-19)

Fakhrurozi datang dengan tangan masih terpasang jarum infus untuk meminta perlindungan dari polisi atas tindakan pengeroyokan yang diduga dilakukan oleh orang suruhan salah seorang di Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, yang kasusnya tengah disoroti Fakhrurozi dan kelompoknya.

(Baca juga: Selayang Pandang Kiyai Atabik Ali, Sahabat Lama Wapres Ma'ruf di Pesantren Krapyak)

"Meminta perlindungan dan pengamanan atas kenyamanan dan keselamatanku. Aku lari dari rumah sakit karena di rumah sakit pun dicari-ciri kelompok mereka (pelaku)," ujar Rozi.

"Keselamatanku terancam, diteror. Kalau pun aku balik ke rumah sakit itu, aku minta pengamanan bang. Anggota di luar juga dikejar dan diincar mereka (pelaku)," sambungnya.

Meski sudah melapor ke Polres Sergai, lanjut ketua sebuah lembaga swadaya masyarakat itu, ia merasa aman. Karena sampai saat ini tidak ada respon dari pihak Polres Sergai. Oleh karena itu dia mendatangi Polda Sumut.

"Aku sudah melapor ke Polres Sergai, namun seakan diabaikan, maka saya meminta perlindungan hukum ke sini (Poldasu)," kata Rozi.

Rozi mengungkapkan jika pada 4 Februari 2021sekira pukul 00.05 WIB dini hari, ia dipukuli beberapa pria agar tak melakukan aksi unjuk rasa lagi atas dugaan korupsi dana desa di Kabupaten Sergai yang sedang disorotinya.

Setelah melapor ke Polres Serdang Bedagai, dengan bukti laporan nomor: STTLP/ 21/II/2021/SU/RES Sergai tanggal 4 Februari 2021, Rozi diopname di RS Melati Perbaungan. Namun dia mengaku, Jumat 5 Februari 2021 malam, menerima teror dari banyaknya Orang Tak Dikenal (OTK) yang berkumpul di depan rumah sakit, dan ada beberapa pria hilir mudik di ruang tempat dia dirawat.

"Bahkan teman yang pulang membesuk diikuti orang tak dikenal. Khawatir, Subuh ini saya keluar dari rumah sakit dan meminta perlindungan hukum ke Polda Sumut," kata Rozi.

Rozi belum mengetahui proses lanjutan laporan yang dibuatnya di Polres Sergai atas pemukulan dirinya oleh 3 orang di Kafe R Two D Jalan Simpang Tiga Perbaungan, Kamis 4 Februari 2021 dini hari.

Dalam laporan, Rozi mengaku dipukuli oleh Fadly Tarigan dan kawanannya yang diterima Bripka Jhon Hendry Hutabarat di Polres Sergai.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi mengaku akan mengecek laporan pemukulan aktivis anti korupsi Fakhrurozi ke Polres Sergai. "Nanti kita cek ke Polres," sebutnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini