Heboh Pasar Muamalah Juga Terjadi di Madiun, Ini Langkah Polisi

INews.id, · Minggu 07 Februari 2021 11:41 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 07 519 2357985 heboh-pasar-muamalah-juga-terjadi-di-madiun-ini-langkah-polisi-MWm4BxHXaS.jpg Ilustrasi. (Foto: Okezone)

MADIUN - Heboh pasar muamalah yang dibuat Zaim Saidi tidak hanya terjadi di Depok, Jawa Barat. Di Madiun, Jawa Timur, model serupa juga terjadi. Namun, rencana pasar ini lebih dulu dihentikan polisi sebelum beroperasi.

Berdasarkan data dari kepolisian, pasar muamalah di Jatim ini akan dibangun di Desa Teguhan, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun. Sama seperti pasar muamalah di Depok, pasar muamalah di Madiun juga menggunakan alat pembayaran berupa dinar dan dirham.

BACA JUGA: Heboh Pasar Muamalah Transaksi Pakai Dinar-Dirham, Ini Kata MUI

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko membenarkan rencana pasar muamalah di Madiun tersebut. Namun, rencana pasar itu sudah dihentikan polisi.

"Kami sudah menghentikan dan melarang pasar muamalah beroperasi. Saat ini masih didalami oleh Polres Madiun," katanya, Minggu (7/2/2021).

Informasi yang dihimpun, ide pembangunan pasar muamalah di Madiun berasal dari warga berinisial D, yang tinggal di dekat Pasar Joyo, Kota Madiun. Adapun tanah yang akan didirikan bangunan pasar ialah milik S, warga Desa Teguhan, Kecamatan Jiwan, Kota Madiun.

Sehari-hari, S menjadi guru di sebuah SMAN di Kwadungan, Kabupaten Ngawi. Selain itu S juga aktif di sebuah pengajian bercorak salafi di Kelurahan Banjarejo.

BACA JUGA: Usai Diperiksa Jadi Tersangka, Pendiri Pasar Muamalah Zaim Saidi Ditahan

Di kelompok kajian itulah S dan D kenal dan berteman. Keduanya juga aktif dalam sebuah grup WhatsApp bernama D&D, akronim dari dinar-dirham.

Namun, berdasarkan keterangan Kepala Desa Teguhan, Tri Budianto, yang diperoleh polisi, rencana pembangunan pasar muamalah itu terhenti pada Januari 2021 lalu. Salah satu kendalanya yakni penolakan dari warga setempat.

Diketahui pasar muamalah di Depok, Jawa Barat membuat heboh masyarakat. Pasalnya pasar yang didirikan Zaim Saidi tersebut tidak menggunakan alat pembayaran rupiah, melainkan dinar dan dirham. Atas kasus ini, polisi juga sudah mengamankan Zaim.

Bukan hanya di Depok, jaringan pasar muamalah yang digagas Zaim Saidi juga beroperasi di Bantul, Yogyakarta. Di sana, bahkan diduga beroperasi tiga pasar di Kecamatan Sedayu. Pemerintah kabupaten setempat pun juga menutup pasar muamalah tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini