Remaja Penari Rangda Tewas Tertusuk Keris, Keluarga: Kami Sangat Kehilangan

Mohamad Chusna, Sindonews · Senin 08 Februari 2021 06:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 08 244 2358263 remaja-penari-rangda-tewas-tertusuk-keris-keluarga-kami-sangat-kehilangan-Sdr0eElvvW.jpg Keluarga korban. (Foto: Chusna)

DENPASAR - Seorang remaja penari rangda di Denpasar, Bali, I Gede NEP (16), tewas tertusuk keris saat membawakan tarian sakral dalam sebuah ritual adat. Petaka itu kini menyisakan duka mendalam bagi pihak keluarga. 

"Kalau bisa dibayar, kami akan usahakan dengan uang supaya cucu kami kembali," kata Kakek korban, Nyoman Suardana, Minggu (8/2/2021).

Suardana mengaku sangat kehilangan. Apalagi Gede merupakan cucu kesayangannya. "Kami yang punya cucu, yang punya keluarga betul-betul merasa kehilangan," ucapnya.

Baca juga: Penari Rangda Tertusuk Keris di Bali, Polisi Konsultasi ke Tokoh Adat

Dia menuturkan, sejak kecil korban sudah punya talenta seni pengembangan tradisi yang luar biasa. Bakat itu dikembangkan di bangku sekolah sebuah SMK di Badung.

Suardana begitu menyayangkan cucunya yang masih di bawah umur diperbolehkan membawakan tari rangda. Seharusnya anak seusia korban belum layak mementaskan tarian sampai setingkat itu karena terlalu berisiko.

Baca juga: Aksi Kebal Tusuk Keris saat Menari Rangda, Pelajar di Denpasar Bali Tewas

Saat peristiwa terjadi, pihak keluarga juga tidak mengetahui sama sekali. "Kita tidak tahu masalah dan kronologinya seperti apa," ujar Suardana. 

Dia meminta sanggar tari bisa memberikan pelajaran yang sesuai dengan kompetensi dan lebih memikirkan keselamatan. Karena banyak anak yang sebaya dengan cucunya belajar tarian seperti itu.

Dia juga mengimbau orangtua lebih memperhatikan anaknya. "Kami mohon di manapun berikanlah edukasi bagaimana ini dijadikan pelajaran yang bermakna. Sehingga tidak ada lagi anak lain yg menjadi korban sia-sia," katanya.

Diketahui, Gede tewas setelah tertusuk keris saat mementaskan tari rangda dalam rangkaian upacara Napak Pertiwi di sebuah sanggar di Banjar Blong Gede, Jalan Sutomo No 44 Denpasr, Rabu (3/4/2021) malam. Korban sempat dirawat di RS Wangaya namun akhirnya tidak tertolong.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini