3 Pemuda Mabuk Bacok Telinga Pengendara Motor

Priyo Setyawan, Koran SI · Selasa 09 Februari 2021 15:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 09 510 2359237 3-pemuda-mabuk-bacok-telinga-pengendara-motor-rIE3Y6eCpN.jpg Polisi menangkap pelaku pembacokan di Yogyakarta (Foto : Sindo/Priyo S)

SLEMAN - Mabuk minuman keras, tiga pemuda berinisial MA, 19, warga Pandowoharjo, Sleman bersama NA, 20 dan DND, 17 warga Depok, Sleman terlibat pembacokan kepada pengedara sepeda motor di Jalan Laksa Adisutjipto, Depok, Sleman , Minggu 7 Februari 2021, dini hari sekira pukul 02.00 WIB. Bacokan itu mengenai telingga pengandara motor tesebut hingga sobek dan harus mendapat 15 jahitan.

Mereka membacok korban karena sebelumnya ada yang mengancam mereka dengan clurit. Sehingga mencari orang yang mengacam tersebut.

Kini MA dan NA ditahan di Mapolsek Depok Baru. Sementara DND dititipkan di Balai Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial (BPRS) DIY di Tridadi, Sleman, karena masih di bawah umur.

Selain itu, petugas juga mengamankan sebilah pedang yang terbuat dari besi stainless steel warna silver dengan panjang sekitar 70 cm beserta dengan sarung pedang serta satu unit sepeda motor matic AB 5209 E yang digunakan para tersangka untuk melakukan pembacokan sebagai barang bukti.

Kapolsek Depok Barat, Kompol Rachmadiwanto mengatakan kejadain itu berawal saat korban bersama empat temannya dengan mengendarai 3 sepeda motor dari warung makam di Papringan, Caturtunngal, Depok bermaksud ke rumah temannya di Janti, Caturtunggal, Depok, Minggu 7 Februari 2021, dini hari.

Sampai di jalan Laksda Adi Sutjipto sebelah barat simpang 3 fly over Janti dari arah belakang, ada sepeda motor matik AB 5209 E yang dikendarai 3 orang berboncengan mendekatinya dan tanpa alasan yang jelas. Satu dari tiga orang yang mengendarai sepeda motor matik itu mengayunkan senjata tajam dengan panjang 70 cm ke arah korban dan mengenai telingganya hingga sobek serta jatuh.

Sehingga, korban harus dibawa ke Rumah Sakit Bethesda dan mendapatkan 15 jahitan serta melaporkan peristiwa itu ke Mapolsek Depok Bara. Sedangkan tiga pemuda yang berboncengan sepeda notor langsung meninggalkan lokasi menuju ke timur.

Baca Juga : Janda Beranak 3 Dibacok saat Bercinta dengan Kekasihnya

Petugas menindaklanjuti laporan itu dengan melakukan penyelidikan. Di antaranya dengan meminta keterangan pelapor dan para sakti. Berdasarkan keterangan tersebut, petugas kemudian mengejar pelaku pembacokan dan menemukan satu pelaku dengan luka di kaki di dekat lokasi kejadian dan membawanya ke Mapolsek Depok Barat.

“Dari keterangannya, petugas berhasil mengamankan dua pelaku lainnnya di daerah Caturtunggal, Depok, Sleman empat jam setelah kejadian,” paparnya.

Petugas masih mengembangkan kasus ini. Sebab dari pemeriksaan motif para pelaku melakukan tindakan ini, karena ada yang mengancam mereka dengan menggunakan celurit. Sehingga mencarinya dan saat bertemu dengan korban bersama temannya langsung membacoknya. Pedang yang digunakan milik NA yang dititipkan ke MA.

MA, NA, DND dalam kasus ini dijerat Pasal 351 KUHP dan atau 351 Jo 56 KUHP Jo Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Darurat No.12 Tahun 1951 dan pasal 80 Undang-Undang No.35 tahun 2004 tentang perubahan atas Undang-Undang No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. Hukuman penjara 18 tahun.

NA kepada petugas mengaku senjata tajam yang digunakan untuk melukai korban, awalnya hanya dibelinya untuk pajangan. Ia membelinya dari barkas sekitar tahun 2017. Namun dimarahi orang tuanya dan menitipkannya di rumah MA.priyo setyawan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini