Palsukan Dokumen Kependudukan, Pria Lulusan IT Ditangkap Polisi

Priyo Setyawan, Koran SI · Rabu 10 Februari 2021 00:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 09 510 2359457 palsukan-dokumen-kependudukan-pria-lulusan-it-ditangkap-polisi-CNCo1ZU1nU.jpg Tersangka pemalsuan (foto: Sindo/Priyo)

YOGYAKARTA - Polsek Gondokusuman Yogyakarta membongkar praktik pemalsuan dokumen administrasi kependudukan (KTP, SIM, NPWP), yang dilakukan oleh FW (28), warga Cangkrep Kidul, Purworejo, Jawa Tengah.

Dalam melakukan aksinya, FW menawarkan melalui media sosial (medsos) facebook. Dan kini ia mendekam di sel tahanan Mapolresta Yogyakarta.

Baca juga:  Gunakan Rapid Antigen Palsu, 18 Calon Penumpang Diamankan Polisi di Bandara

Petugas juga menyita handphone, printer, 66 lembar kartu pvc id card yang belum di cetak, 12 lembar blangko KTP yang masih kosongan dan 5 lembar KTP yang sudah di cetak namanya, dua lembar kartu BPJS yang sudah di cetak, 3 lembar kartu NPWP yang sudah di cetak, 1 lembar SIM C yang sudah di cetak namun belum dikirim ke pemesanya, 2 gunting dan bendel kertas stiker transparan.milik FW sebagai barang bukti (BB).

Kapolsek Gondokusuman, Kompol Bonifasius Slamet mengatakan, terbongkarnya kasus ini berawal dari tertangkapnya GT yang menyewa sepeda motor matic di depan stasiun Lempunyangan, Yogyakarta, Senin (16/10/2020) dengan jaminan KTP, NPWP dan BPJS, dengan biaya sewa Rp140 ribu.

Baca juga:  Palsukan Surat Bebas Covid, Oknum Jamaah Tabligh Ditangkap

Setelah disetujui, FW meminta motor tersebut diantarkan di depan Hotel Horison Klitren, Gondokusuman. Tanpa menaruh curiga, pemilik rental mengantar sepeda motor matic ke tempat yang telah dipesan GT.

“Namun saat sampai di lokasi, pemilik rental curiga dengan identitas GT yang diduga palsu. Sebab foto KTP dengan aslinya berbeda. Karena curiga, pemilik rental ini mengikuti GT melalui alat GPS yang terpasang pada motor," katanya, Selasa (9/2/2021).

Dalam perjalanan GT sempat berhenti di depan Kampus UKDW untuk menutupi stiker rental dibagian slebor belakang dengan menggunakan lakban. GT kemudian berjalan dan berhenti di SPBU Giwangan Yogyakarta. Saat berhenti, GT ini bertransaksi dengan seorang tidak dikenal. Ternyata GT ini hendak menjual motor kepada orang tidak dikenal.

Mengetahui itu, pemilik rental kemudian mengajak GT ke Nagan, Kraton, untuk dimintai keterangan. Setelah diumumkan di Group WA rental ternyata GT mempunyai perkara penggelapan sepeda motor di Polsek Gedongtengen Yogya. Selanjutnya GT diserahkan ke Polsek Gedongtengen.

“Dari pengakuan, GT mendapatkan KTP palsu dari FW. Karena kejadiannya di wilayah Gondokusuman, kasus itu ditangani Polsek Gondokusuman,” jelasnya.

Petugas menindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan. Dari informasi yang didapatkan berhasil mengindentifikasikan keberadaan FW dan menangkapnya.

“FW diamankan di rumah kos daerah Maguwoharjo," terangnya.

Petugas masih mengembangkan kasus ini. Sebab hasil pemeriksaan FW memasarkan produknya tersebur tidak hanya di DIY, namun konsumenya datang dari berbagai wilayah dan di cetak setelah ada order. Untuk pemasarannya melalui medsos facebook.

"Jadi hanya produksi kalau ada pesanan. Pelaku ini juga bisa produksi KTP, BPJS, SIM dan NPWP. Untuk harga jualnya dengan kisaran Rp 140-Rp250 ribu," tandasnya.

Atas perbuatannya FW dijerat Pasal 263 ayat (1) KUHP atau Pasal 264 ayat (2) KUHP tentang pemalasuan dan atau Pasal 96 A UU RI Nomor 23 tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan dengan ancaman hukuman maksimal enam tahun penjara.

FW kepada petugas mengaku sudah setahunan beroperasi. Bisa membuat dokumen tersebut karena sekolah IT dan belajar dari medsos facebook.

“Saya bisa membuat karena sekolah IT dan belajar dari grub facebook," akunya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini