Farid Hendro Ciptakan Ban Tanpa Udara dan Anti Kempes, Berminat?

Komaruddin Bagja, Sindonews · Selasa 09 Februari 2021 10:49 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 09 65 2359038 farid-hendro-ciptakan-ban-tanpa-udara-dan-anti-kempes-berminat-XETIU710Hl.jpg Politeknik Angkatan Darat. (Foto: Komaruddin Bagja)

MALANG - Politeknik Angkatan Darat  atau Poltekad Kodiklatad di Kota Batu, Jawa Timur dikenal menghasilkan prestasi para mahasiwanya di tingkat nasional pada bidang cipta karya teknologi militer.

Di antaranya di bidang teknik elektronika sistem senjata, teknik telekomunikasi militer, teknik otomotif kendaraan tempur.

Hal menarik, meski para mahasiswa dan organik Poltekad tidak semuanya memiliki background pendidikan di bidang teknik, tapi institusi ini berhasil menorehkan prestasi membanggakan, yaitu melalui pengembangan beberapa produk unggulan di antaranya:

Baca Juga: UI Buka Program D4 Jurusan Studi Produksi Media

Roket latih kaliber 70 mm yang sudah beberapa kali mengalami uji coba dan mampu mencapai jarak 8 km dengan arah luncur yang konsisten lurus ke sasaran.

Beberapa alat robotic dengan sistem autonomous yang mampu bergerak otomatis dengan sistem remote dan mampu mendeteksi kedudukan musuh termasuk alat peralatan yang dibawanya serta mampu memberikan tembakan sekaligus untuk melumpuhkan lawan.

Ada juga beberapa robotic untuk mendukung pertempuran kota yang didukung dengan helm night vision google yang mampu membedakan musuh dan kawan di malam hari.

Baca Juga: Mau Kuliah di ITS, Jangan Lewatkan Acara Ini

Lalu ada juga ban tanpa udara yang sangat efektif untuk mendukung manuver kendaraan tempur sehingga tidak khawatir akan mengalami kebocoran dan juga tahan dari tembakan peluru kal 5,56 mm.

Politeknik TNI AD memang memberikan syarat kepada mahasiswa di tingkat akhir yang ingin mendapatkan gelar Sarjana Sains Terapan. Salah satunya menciptakan karya untuk mendukung tugas operasi militer perang.

Seperti yang dilakukan Letnan Dua Farid Hendro Wibowo dan kawan-kawan. Mereka menciptakan ban mobil anti kempes.

Farid mengaku mengadopsi ban tanpa udara yang digunakan pada mobil rantis tentara Amerika.

Nah sejak 2017 lalu, perwira pertama (Pama) ini terus mencari tahu material untuk memproduksi ban tersebut.

Hingga akhirnya menemukan tiga komponen penting yakni velg dari baja campuran, jari-jari menggunakan polyurethane, dan bagian tapak menggunakan natural rubber serta serat nylon.

Farid mengatakan dia melakukanriset memang dari nol. "Kami campur beberapa raw material. Lalu diuji, kalau tidak kuat maka kembali teliti ulang apa penyebabnya hingga menemukan komposisi yang klop," bebernya.

Yang membanggakan, ban anti kempes sanggup menopang beban hingga 3 ton. Bahkan ban ini anti-peluru dengan kaliber 5,56 MM dari jarak 100 M. "Bisa juga digunakan pada kecepatan 20/80 KM perjam. Namun, ban anti kempes masih perlu dikembangkan lebih lanjut,""sebutnya.

Sementara itu Komandan Poltekad, Brigjen TNI Dr Nugraha Gumilar mengatakan, para mahasiswanya sudah bisa memahami dan mempraktikkan walaupun belum bisa diproduksi masal karena butuh perbaikan dan peningkatan peningkatan.

"Tapi intinya sudah memahami ke depannya alat yang di diproduksi ini akan dikembangkan kualitasnya, seperti tadi robot itu kapasitas kameranya jauh lebih tajam. Ada robot yang nyemprot disinfektan itu pun kapasitasnya bisa ditingkatkan. Meskipun mereka Bintara sersan satu,sersan dua, tapi ide-idenya sangat inovatif," ujarnya.

Melihat berbagai macam karya mahasiswa Poltekad, Kadispenad Brigjen Nefra mengapresiasi produk-produk tersebut.

"Poltekad ini luar biasa secara kemampuan teknik mereka sudah ada kemampuan dasar dan kini menemukan hal-hal baru. Sebetulnya karya ini dibutuhkan bagi kebutuhan TNI AD, TNI, dan masyarakat. Tinggal ke depan satuan-satuan yang tersentuh dengan teknologi ini bisa menindaklanjutinya," ucap Nefra pada awal Desember 2020 lalu. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini