Waduh, Pasien Covid-19 di Cimahi yang Mestinya Isolasi Mandiri Malah Nekat Bekerja

Adi Haryanto, Koran SI · Rabu 10 Februari 2021 17:09 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 10 525 2359950 waduh-pasien-covid-19-di-cimahi-yang-mestinya-isolasi-mandiri-malah-nekat-bekerja-8WmgkQb9FM.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

CIMAHI - Seorang pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Cimahi yang semestinya masih menjalani isolasi mandiri, justru berkeliaran dan telah kembali bekerja. 

Pasien berinisial Y (36) tersebut tercatat sebagai warga Kampung Kebon Sari, RT 02/06, Kelurahan Baros, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi. 

"Tim Satgas Covid-19 kami mendapati pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang mestinya masih menjalani isolasi mandiri, tapi malah sudah beraktivitas," kata Lurah Baros, Agus Irwan Kustiawan, Rabu (10/2/2021). 

Dijelaskannya, hingga saat ini pihak puskesmas belum mengeluarkan surat selesai isolasi kepada Y, sehingga yang bersangkutan mestinya tetap menjalani isolasi mandiri di rumah. Namun keterangan dari keluarga, Y mengaku sudah sehat jadi memutuskan kembali bekerja. 

Baca juga: Pasien Sumbuh Covid-19 di Indonesia Hampir Sentuh Angka Satu Juta

Semestinya, kata Agus, meskipun sudah merasa sehat, Y tetap harus menjalani isolasi mandiri. Y sendiri diketahui positif Covid-19 berdasarkan hasil swab test pada 15 Januari 2021 dan masuk kategori Orang Tanpa Gejala (OTG).

"Kata keluarganya sekarang Y sudah kembali kerja di pabrik kerupuk yang ada di wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB). Makanya, soal kejadian ini saya akan berkoordinasi dengan pihak puskesmas," terangnya. 

Baca juga: Prajurit TNI Meninggal Usai Hadiri Pemakaman Korban Covid-19

Pihaknya menyayangkan atas kejadian tersebut dan akan mendatangi kediaman Y untuk meminta agar tidak beraktivitas ke luar rumah atau bekerja. Ketika sudah ada surat dari puskesmas bahwa dia sehat, baru boleh menjalankan rutinitasnya.  

"Setiap pasien yang dalam pemantaun harus sadar diri. Sosialisasi sudah sering, bahwa kalau masih positif, kontak erat itu ya harus isolasi," ujarnya. 

Menurutnya, di Kelurahan Baros ada 22 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19, yang tersebar di 9 RW dari total 25 RW. Semua pasien menjalani isolasi mandiri karena masuk kategori OTG. 

"Kami berharap dengan PPKM Mikro hingga 22 Februari mendatang, penyebaran COVID-19 bisa ditekan dan angka kesembuhan naik," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini