Heboh Buku Sosiologi SMA Merujuk ke Situs Porno, Kemendikbud Harus Hati-Hati Beri Izin Penerbit

Arif Budianto, Koran SI · Rabu 10 Februari 2021 10:44 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 10 65 2359641 heboh-buku-sosiologi-sma-merujuk-ke-situs-porno-kemendikbud-harus-hati-hati-beri-izin-penerbit-rLpvkXeF3i.jpg Buku Sosiologi SMA Kelas III. (Foto:Arif Budianto)

BANDUNG- Isi buku sosiologi SMA Kelas 3 menjadi heboh lantaran merujuk pada salah satu situs porno. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan atau Kemendikbud pun diminta lebih berhati-hati dalam memberikan izin kepada penerbit.

Dengan begitu kasus kutipan situs porno pada mata pelajaran sosiologi tidak terulang lagi.

Ketua Guru Mata Pelajaran Sosiologi Jawa Barat, Iwan Hermawan meminta kasus buku mata pelajaran yang mengutip situs porno mesti menjadi pelajaran berharga. Sikap kehati-hatian dalam memberi izin dan menerbitkan buku bisa lebih diperketat lagi.

Baca Juga: Geger, Buku Sosiologi SMA Merujuk Situs Porno

"Kemendikbud kami minta berhati-hati dalam memberi izin penerbitan buku mata pelajaran, apalagi yang merujuk ke situs tertentu," kata Iwan, Rabu (10/2/2021).

Diberitakan sebelumnya, buku mata pelajaran Sosiologi kelas III SMA mengutip situs porno. Situs tersebut dipromosikan dan ditulis secara lengkap pada mata pelajaran yang menginformasikan Kampung Naga, Tasikmalaya. Tertulis bahwa informasi kampung Naga merujuk pada laman Kalangsunda net.

Baca Juga: Mendikbud Mas Nadiem Gulirkan Kampus Mengajar 2021

"Para penulis atau penerbit buku, jangan gunakan rujukan dari situs yang tidak jelas. Gunakan rujukan dari situs yang bersumber dari pemerintah dan kredibel," ujar Iwan.

Walaupun, kata Iwan, buku tersebut diterbitkan pada 2016 lalu. Besar kemungkinan, saat itu situs Kalangsunda.net masih aktif dan dikutip oleh penerbit Cempaka Putih. Namun, situs tersebut tidak diperpanjang oleh pemilik sebelumnya, sehingga dipakai situs porno.

Walaupun, kata Iwan, buku tersebut diterbitkan pada 2016 lalu. Besar kemungkinan, saat itu situs Kalangsunda.net masih aktif dan dikutip oleh penerbit Cempaka Putih. Namun, situs tersebut tidak diperpanjang oleh pemilik sebelumnya, sehingga dipakai situs porno.

Menurut Iwan, saat ini buku tersebut telah menyebar dan digunakan ratusan siswa SMA. Solusinya, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mesti memblokir situs tersebut agar tidak bisa diakses. (vitri)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini