Kuliah Jarak Jauh Harus Tetap Jaga Kualitas Pembelajaran

Arif Budianto, Koran SI · Kamis 11 Februari 2021 14:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 11 65 2360448 kuliah-jarak-jauh-harus-tetap-jaga-kualitas-pembelajaran-LYG0ScGFgI.jpg Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung, Jawa Barat. (Foto:Okezone)

BANDUNG - Meski pembelajaran jarak jauh namun kualitas pembelajaran harus dipertahankan. Hal ini disampaikan Rektor Unpad Rina Indiastuti.

Dengan tetap mempertahankan kualitas, maka arget pembelajaran bisa tercapai. Setidaknya, diperlukan penyampaian materi secara menyenangkan dan muncul keterikatan antara dosen dan mahasiswa.

Baca Juga: 9 Dosen UIN Bandung Raih Sertifikasi Keahlian Internasional

Indikator mahasiswa senang melakukan pembelajaran jarak jauh yaitu mahasiswa merasa tertarik dan senang ketika berada di ruang belajar daring. “Dulu waktu kita di kelas, sebelum pandemi kita bisa menciptakan engaging dengan mahasiswa secara mudah karena kita langsung tatap muka. Sekarang dengan online bagaimana caranya juga ada engagement antara dosen dan mahasiswa,” ujar Rektor Unpad dikutip dari laman Unpad pada Kamis (11/2/2021)

Selain itu, Rektor menyebut perlunya mencermati hasil asesmen dalam mengukur ketercapaian pembelajaran di setiap sesi. Sehingga, belajar daring bukan hanya sekadar mereka menjawab ujian, tetapi ada hal-hal lain yang barangkali secara terstruktur itu bisa direncanakan dosen.

Baca Juga: Advancing Humanity ITS Jadi Motto Pemompa Semangat Baru

Oleh karenanya, pentingnya adanya kolaborasi antar mahasiswa. Meski mahasiswa belajar di rumah masing-masing, kolaborasi tetap penting dilakukan untuk meningkatkan penyerapan materi.

Hal lain yang ditekankan Rektor adalah perlunya inovasi dalam penyampaian materi untuk meningkatkan kemampuan praktis yang dimiliki mahasiswa. Di antaranya dapat melalui problem based learning.

Jika beberapa hal tersebut berjalan dengan baik, dia meyakini pembelajaran daring akan menjadi menarik bagi mahasiswa sekaligus dapat mencapai tujuan pembelajaran yang sudah digariskan dalam kurikulum.

“Kita jangan kehilangan momentum bahwa pembelajaran daring ini menghilangkan kesempatan kita untuk membentuk soft skills atau higher order thinking skills dari mahasiswa dan itu memperlukan seni dari Bapak Ibu (dosen) di kelas,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Guru Basar Fakultas Pertanian Unpad Prof. Tarkus Suganda membagikan informasi dan pengalamannya mengenai strategi mengefektifkan pembelajaran daring. Yaitu diperlukan peningkatan kesiapan dosen dalam mengajar daring, baik dari sisi konten, teknologi, dan teknik mengajar pedagogi.

Prof. Tarkus juga mengungkapkan bahwa banyak dosen yang berasumsi mahasiswa sudah siap belajar daring. Padahal kenyataannya, kesiapan belajar daring mahasiswa sangat bervariasi. Seperti kesiapan internet, gawai, literasi, kemampuan penggunaan internet, kemampuan mengatur waktu, dan kemampuan belajar mandiri.

Dosen pun diharapkan lebih dahulu dapat survei mengenai kesiapan ini. Dengan demikian, mahasiswa dapat memiliki hak yang sama pada pengetahuan yang diberikan. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini