Mahasiswa Universitas Pattimura Tewas Ditusuk, 10 Terduga Pelaku Ditahan

INews.id, · Jum'at 12 Februari 2021 09:26 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 12 340 2360876 mahasiswa-universitas-pattimura-tewas-ditusuk-10-terduga-pelaku-ditahan-zJlMwBuCnr.jpg Ilustrasi (Foto : Shutterstock)

AMBON – Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Pattimura Ambon, Maluku, Husein Suat (23), tewas ditusuk di atas Jembatan Merah Putih, Kamis dini hari sekitar pukul 03.00 WIT. Sebanyak 10 pemuda terduga pelaku pengeroyokan, ditangkap petugas pascainsiden.

Korban bernama Husein Suat (23). Selain sebagai mahasiswa, korban juga diketahui sebagai alumni Putra-Putri The Natsepa 2017.

"Korban tewas tertusuk pada bagian punggung kiri," kata Kasubag Humas Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Iptu Izak Leatemia, Kamis (11/2/2021).

Dia menjelaskan, awalnya polisi menerima laporan salah satu saksi bernama Aswinda Nilamsari Rusli (25) sekitar pukul 05.00 WIT di kantor Polsek Teluk Ambon. Selanjutnya, polisi langsung bergerak mencari para pelaku yang diduga melakukan tindak pidana pengeroyokan dan penganiayaan.

Tiga pemuda telah diamankan di Polsek Teluk Ambon dan tujuh pemuda lainnya telah di Mapolresta Ambon. Polisi masih melakukan pemeriksaan guna mengetahui peranan pelaku dalam insiden ini.

“Saat ini status mereka adalah terduga pelaku pengeroyokan,” katanya.

Peristiwa ini bermula dari korban yang memboncengi saksi Aswinda dan sejumlah rekan lainnya menggunakan tiga sepeda motor berangkat dari kawasan Galunggung menuju Waiheru sekitar pukul 03.00 WIT.

Tujuan korban dan rombongan adalah untuk menemui dan menjemput rekan mereka bernama Gibran Tualeka (17). Menurut informasi, Gibran dipukuli di Perumnas Waiheru Blok 3 Kecamatan Baguala, Kota Ambon.

Baca Juga : Anak Durhaka Aniaya Ibu Kandung Gara-Gara Obat Nyamuk

Setelah tiba di Waiheru, mereka kemudian mencari Gibran sekaligus pelaku pemukulan namun tidak ditemukan. Selanjutnya, saksi dan rekan yang lain langsung pulang.

"Dalam perjalanan pulang, mereka diteriaki dan dimaki oleh beberapa pemuda yang tengah nongkrong di jembatan LIPI (sebelah kiri dari arah Waiheru)," ujar Leatemia.

Salah satu rekan korban bernama M Fauz Latuwamuri (21) berhenti dan turun dari kendaraan. Dia bertanya kepada pemuda yang nongkrong terkait alasan mereka dimaki.

Saat itu terjadilah adu mulut antara mereka dan sempat terjadi adu fisik. Latuamuri juga sempat sempat menarik baju dan mendorong salah seorang dari pemuda yang nongkrong.

Selanjutnya korban dan rombongan melanjutkan perjalanannya.

Para pemuda yang tadinya nongkrong tersebut tidak puas. Bersama rekan-rekannya menggunakan 10 kendaraan roda dua, mereka mengejar rombongan hingga depan PLTD Poka.

Tawuran antarkelompok ini akhirnya tak terelakkan. Karena kalah jumlah, korban dan rekan-rekannya terus melanjutkan perjalanan pulang menuju arah kota. Sayang sepeda motor yang dikendarai korban dan saksi pelapor ditendang hingga terjatuh.

"Korban dan saksi pelapor yang berboncengan ini terpisah dari rombongan sehingga mereka dikejar dan ditendang hingga terjatuh lalu dikeroyok," kata Leatemia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini