Mahasiwa UGM yang Tewas di Kosan Ternyata Pencipta Aplikasi Bantu

Agregasi KR Jogja, · Jum'at 12 Februari 2021 18:29 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 12 510 2361135 mahasiwa-ugm-yang-tewas-di-kosan-ternyata-pencipta-aplikasi-bantu-zDdhYQo6bF.jpg foto: ist

SLEMAN - Stanley Heryanto (20), mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM), warga Citra 1 Blok 4/31. Kalideres, Jakarta Barat, ditemukan meninggal di lantai 3, kamar kosnya nomor 7, Jalan Cokrodipuran Nomor 12 RT 08 RW 02 Ngupasan, Gondomanan, Yogyakarta, Kamis (11/2/2021). Dugaan awal, ia meninggal karena sakit.

(Baca juga: 5 Hari Tak Terlihat, Mahasiswa UGM Ditemukan Tewas di Kamar Kosnya)

Dilansir dari KRJogja, Jumat (12/1/2021) Stanley merupakan salah seorang pencipta aplikasi Bantu yakni sebuah startup jebolan inkubasi Creative Hub Fisipol UGM.

Dari customer service aplikasi tersebut diketahui mereka sedang berduka karena salah satu pencipta meninggal dunia. Bantu pun memohon doa agar tetap bisa meneruskan cita-cita yang disematkan almarhum dalam aplikasi tersebut.

(Baca juga: Kisah Prajurit Elite TNI AL Keturunan Tionghoa Bikin Takjub Tentara Inggris saat Konfrontasi Malaysia)

Aplikasi Bantu sendiri merupakan sebuah layanan kedaruratan yang berfungsi untuk menghubungkan pengguna yang mengalami keadaan darurat dengan petugas PK4L terdekat secara realtime berbasis GPS. Pengguna tinggal menyampaikan permasalahan yang dihadapi dan nantinya ditolong oleh petugas atau disebut hero terdekat.

Aplikasi Bantu memiliki 4 layanan utama, yakni layanan keamanan, medis, pemadam kebakaran, dan otomotif. Dalam penggunaannya, layanan keamanan dan pemadam kebakaran akan dilayani langsung oleh petugas PK4L, sedangkan untuk layanan medis dan layanan otomotif, penanganan awal dilakukan oleh petugas PK4L yang kemudian akan merujuk pada rumah sakit atau bengkel terdekat apabila dibutuhkan.

Kasubag Humas Polresta Yogyakarta Iptu Timbul Sasana Raharja mengatakan orang yang pertama kali mengetahui mayat mahasiswa itu adalah penjaga kos, Untara (30), yang akan ke dapur di lantai 3 pukul 09.00 WIB mencium bau menyengat.

“Dugaan awal korban meninggal karena sakit. Sebab dari keterangan penjaga kos Untara, sekitar 7 hari lalu ada keluarganya yang dari Jakarta menjenguknya. Korban sendiri selama lima hari tidak keluar kamar dan saat ditemukan meninggal di kamar juga ada tabung gas oksigen,” tandasnya.

Kasus penemuan jasad mahasiswa UGM ini sekarang ditangani Polsek Gondomanan, Yogyakarta.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini