Dapat Bisikan Gaib Soal Harta Karun, Anak Ini Malah Bunuh Ibu Kandungnya

Avirista Midaada, Okezone · Sabtu 13 Februari 2021 20:47 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 13 519 2361546 dapat-bisikan-gaib-soal-harta-karun-anak-ini-malah-bunuh-ibu-kandungnya-jXRkun2h9O.jpg Tersangka Arifuddin saat ditangkap polisi (foto: Okezone/Avirista)

MALANG - Diduga mendapat bisikan dari makhluk halus mengenai adanya harta karun, anak di Malang nekat membunuh ibu kandungnya sendiri. Pelaku yakni Arifudin Hamdy (35) warga Desa Karangkates, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang.

Kasus ini terungkap berawal dari penemuan jasad perempuan yang terkubur di sekitar area PLTA Karangkates yang diketahui bernama Mistrin (55) warga Desa Karangkates, Sumberpucung, Kabupaten Malang.

Baca juga:  Pria Bunuh Bayi 3 Bulan karena Berwajah Mirip Mantan Suami Kekasihnya

Kapolres Malang AKBP Hendri Umar mengungkapkan, pelaku nekat membunuh ibunya lantaran mendapat bisikan gaib yang meminta memasukkan tubuh Mistrin ke lubang yang telah digali oleh mereka berdua.

"Alsannya untuk mendapatkan harta karun yang diiming-imingi oleh seorang dukun," ungkap Hendri Umar saat konferensi pers di Mapolres Malang, Sabtu (13/2/2021).

Baca juga:  Sempat Minum Racun, Kondisi Tersangka Pembunuhan Sekeluarga di Rembang Membaik

Hendri menambahkan, sebelum ditemukan tewas terkubur pada 11 Februari 2021 korban dan anak kandungnya ini sempat mendatangi seorang dukun di Blitar pada 26 Januari 2021.

Selanjutnya sesuai petunjuk dari sang dukun bahwa di bangunan tua bekas mess di area PLTA Karangkates ini terdapat harta karun berlian. Kedua ibu dan anak ini menuju ke lokasi dan menggali sebuah lubang sesuai permintaan sang dukun.

"Petunjuk itu benar-benar dilakukan oleh korban. Tepatnya pada 26 Januari lalu, sekitar pukul 14.30 WIB, ia menggali tanah di area bangunan mess itu dengan cangkul yang dipinjamnya dari tetangga warung korban," tuturnya.

Selanjutnya, pelaku diminta ibunya untuk menjaga warung dan yang menunggu di lokasi kejadian Mistrin. Berselang 15 menit kemudian, Arifudin menyusul ibunya ke bangunan tersebut dan menemukan Mistrin dalam keadaan tak sadarkan diri.

"Tersangka kemudian mendapatkan bisikan, mungkin dari makhluk halus untuk mendorong korban ke dalam lubang yang sudah digalinya lalu menguburnya, agar harta karun yang diinginkannya keluar," katanya.

Dari sana bisikan tersebut benar - benar dilakukan oleh Arifudin Hamdy. Ia pun meninggalkan Mistrin yang dikuburnya di lokasi sekitar PJB.

"Berselang 3 hari kemudian, tersangka kembali ke tempat itu untuk memastikan harta karunnya sudah keluar. Tapi karena tidak ada akhirnya ia pulang lagi," beber Hendri.

Saat dilakukan penyelidikan, tersangka Arifudin diduga mengalami gangguan jiwa. Namun untuk memastikan kondisi kejiwaan tersangka, Satreskrim Polres Malang tengah berkoordinasi dengan psikolog.

"Untuk hal ini, nantinya kami (Polres Malang) akan mengkonsultasikan kondisi kejiwaan tersangka kepada Psikolog Polda Jawa Timur," katanya.

Sementara itu, berdasarkan hasil visum Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang korban terkubur separuh di lokasi itu selama kurang lebih 2 minggu.

"Sementara bekas luka dan benda tumpul tidak ditemukan pada tubuh korban," tuturnya.

Atas ulahnya itu, tersangka dijerat dengan pasal 338 KUHP juncto Pasal 351 tentang penganiayaan, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini