Update Longsor Nganjuk: 3 Meninggal, 2 Selamat & 16 Masih Hilang

Avirista Midaada, Okezone · Senin 15 Februari 2021 14:27 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 15 519 2362310 update-longsor-nganjuk-3-meninggal-2-selamat-16-masih-hilang-LaYrDs51k3.jpg Longsor di Nganjuk. (Foto: BPBD Nganjuk)

NGANJUK - Korban tewas akibat tanah longsor di Dusun Selopuro, Desa Ngetos, Nganjuk, bertambah. Total hingga Senin (15/2/2021) siang, tiga korban meninggal dunia.

Bupati Nganjuk Novi Rahman mengatakan, dari puluhan yang dilaporkan hilang, ada lima orang yang ditemukan pada Senin dini hari (15/2/2021). 

"Korbannya kurang lebih 21 orang, Lima orang sudah ditemukan, tiga di antaranya meninggal dunia, salah satunya barusan meninggal pagi tadi. Dua alhamdulillah selamat, sisanya 16 orang belum ditemukan," kata Novi Rahman, saat dikonfirmasi.  

Dirinya menjelaskan, saat ini petugas gabungan dari kepolisian, TNI, BPBD, Basarnas, hingga relawan tengah melakukan pencarian 16 warga Dusun Selopuro, yang diduga masih tertimbun longsor. 

Baca juga: Penyebab Longsor di Nganjuk karena Intensitas Hujan yang Tinggi

Pencarian dilakukan di sekitar area longsor mengingat para korban diprediksi masih berada di sekitar rumah yang tertimbun longsor.

Novi melanjutkan, alat berat sudah bisa memasuki lokasi longsor. Akses jalan yang mudah menuju lokasi membuat Pemkab Nganjuk telah mengerahkan tiga alat berat untuk membantu proses evakuasi longsor.

Baca juga: Pasca-Longsor Nganjuk, Petugas Cari 16 Warga yang Hilang

“Titiknya saja sudah mudah dilalui logistik, sarana prasarana, juga sudah bisa masuk ke titik dan tim bisa masuk ke titik. Ini berkat kerjasama semua," katanya. 

"Ada tiga alat berat yang diturunkan, satu di antaranya ukuran kecil. Untuk alat berat yang ukuran kecil itu digunakan untuk membuka akses jalan yang tertutup material tanah longsor, dan jika sudah terbuka baru alat yang lebih besar masuk," tambah Novi.

Sebelumya diberitakan, tanah longsor terjadi di Dusun Selopuro, Desa Ngetos, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk pada Minggu (14/2/2021). Akibat longsor ini setidaknya ada 21 warga yang dikabarkan terkubur material longsor. Proses evakuasi korban sendiri telah dilangsungkan oleh petugas gabungan sejak Senin dini (15/2/2021).  

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini