2 Korban Longsor Nganjuk Kembali Ditemukan, 14 Masih Hilang

INews.id, · Senin 15 Februari 2021 14:58 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 15 519 2362332 2-korban-longsor-nganjuk-kembali-ditemukan-14-masih-hilang-fifSfi3pnP.jpg Longsor di Nganjuk. (Foto: BPBD Nganjuk)

SURABAYA - Tim SAR Gabungan kembali menemukan dua dari 16 korban hilang akibat longsor di Dusun Selopuro, Desa/Kecamatan Ngetos, Nganjuk. Dua korban yang baru ditemukan terdiri atas ibu dan anak. Keduanya ditemukan meninggal dunia.

Hingga pukul 14.00 WIB, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap 14 korban tersisa. Dari 14 korban yang belum ditemukan, terdapat tiga balita atau anak-anak yang diduga turut tertimbun material longsoran.

Kepala Kantor SAR Surabaya Hari Adi Purnomo menuturkan, dari 14 korban hilang, 11 di antaranya berusia dewasa. Sementara tiga sisanya masih balita atau anak-anak.

Baca juga: Penyebab Longsor di Nganjuk karena Intensitas Hujan yang Tinggi

Korban hilang yang belum ditemukan itu sebagian banyak dari total 20 korban hilang berdasarkan laporan awal. Namun, empat korban sudah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Satu di antara yang meninggal dunia diketahui tengah mengandung empat bulan. 

Hari mengatakan, kantor SAR Surabaya mengerahkan dua tim operasi beranggotakan 15 orang dibantu tim dari Pos SAR Trenggalek. Satu unit eksavator juga dikerahkan di lokasi.

Baca juga: Tambang Emas di Murung Raya Kalteng Longsor, 2 Pekerja Tewas Tertimbun

“Unsur SAR yang ikut dalam upaya pencarian para korban, diantaranya tim dari Polres Ngajuk, BPBD kabupaten Nganjuk, Polsek Selopuro, Koramil Selopuro, dan potensi SAR lainnya," katanya dalam keterangan tertulis, Senin (15/2/2021). 

Kasi Operasi Kantor SAR Surabaya, I Wayan Suyatna, menjelaskan, dalam upaya pencarian 14 orang korban ini, personel tim SAR gabungan dibagi menjadi dua SRU (Search and Rescue Unit). SRU pertama melakukan pencarian secara manual dengan menggunakan sejumlah peralatan pendukung, seperti Alkon (mesin pompa air), sekop, dan cangkul. 

Sementara SRU kedua melakukan pencarian dengan menggunakan eksavator. Sejumlah kendala dihadapi tim SAR gabungan saat melakukan upaya pencairan korban, di antaranya cukup sulitnya akses jalan untuk alat berat menuju ke lokasi, kondisi lokasi tanah longsor yang cukup curam, dan masih ada retakan tanah di sekitar lokasi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini