Pemkab Rembang Antisipasi Fenomena "Sapi Makan Sapi" Jelang Musim Kemarau

INews.id, · Selasa 16 Februari 2021 10:40 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 16 512 2362776 pemkab-rembang-antisipasi-fenomena-sapi-makan-sapi-jelang-musim-kemarau-Mhyjjr5Rg9.jpg Sapi. (Foto : iNews/Hana Purwadi)

REMBANG – Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Rembang, Jawa Tengah (Jateng), mengantisipasi fenomena sapi makan sapi saat musim kemarau.

Iatilah sapi makan sapi muncul karena ketika warga kesulitan mendapatkan pakan ternak pada musim kemarau, mereka biasanya menjual sapi untuk membeli pakan.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Rembang, Agus Iwan Haswanto mengatakan, petani didorong mengoptimalkan seluruh potensi pakan, agar tidak terbuang percuma pada saat stok melimpah seperti sekarang.

“Berawal dari dorongan Pak Bupati kepada kita agar tidak terjadi lagi di Rembang sapi makan sapi ketika musim kemarau, “ kata Agus Iwan, Selasa (16/2/2021).

Ia mencontohkan, saat ini masa panen jagung dan sebentar lagi puncak panen padi. Pihaknya menginisiasi untuk memberikan contoh kepada petani untuk tidak membuang pakan ketika berlebih, tapi diolah dan disimpan sebagai persediaan musim kemarau.

Batang jagung misalnya, digiling dengan alat chopper. Baru-baru ini, Bidang Peternakan Dinas Pertanian Dan Pangan menggelar parade chopper di Desa Tanjung, Kecamatan Sulang bersama kelompok tani setempat. Batang jagung digiling, selanjutnya difermentasi untuk pakan sapi.

“Biasanya batang jagung kalau sudah mulai mengering ya dibuang. Tapi ini kita manfaatkan. Hasil penggilingan disimpan, biar pas paceklik nggak bingung, “ ujarnya.

Baca Juga : Komplotan Pencuri Sembunyikan 6 Sapi Limosin di Kebun Kopi

Agus Iwan mengatakan, sebagian peralatan chopper ini adalah produk lokal atau karya warga Kabupaten Rembang. Penggerak listrik memakai mesin pompa air. Harganya pun terjangkau, kisaran Rp1,5 juta untuk skala rumah tangga dengan 2-3 ekor sapi.

Tujuan dari pemanfaatan alat tersebut, pakan bisa digiling sehingga ukurannya lebih padat dan memerlukan ruangan yang lebih kecil.

“Jadi kalau selama ini kendalanya adalah tempat penyimpanan, maka dengan cara penggilingan dulu pakai chopper, kendala itu bisa teratasi, “ katanya.

Baca Juga : Gunakan Drone, Cara Unik Penggembala Sapi Kumpulkan Ternak

Apabila semakin banyak petani menerapkan program pengolahan pakan, diharapkan mengurangi atau bahkan menghilangkan ketergantungan pakan dari luar daerah. Target akhirnya mewujudkan swasembada pakan sapi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini