Kerap Mengamuk, Pria Paruh Baya Terpaksa Dipasung

Adi Haryanto, Koran SI · Selasa 16 Februari 2021 16:47 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 16 525 2363114 kerap-mengamuk-pria-paruh-baya-terpaksa-dipasung-6AWm3wX6hp.jpg Bunbun saat dipasung (foto: Sindo/Adi)

BANDUNG BARAT - Seorang warga Kampung Pasirkihiang, Desa Sindangkerta, Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat (KBB), terpaksa harus dipasung dan dikurung di ruangan khusus.

Bunbun Bunyamin (50), sejak umur 19 tahun mengalami gangguan kejiwaan dan kerap mengamuk. Karena khawatir menganggu warga, akhirnya pihak keluarga memilih untuk 'mengurungnya'.

"Anak saya dulu sempat kerja di pabrik pembuatan ban di Tangerang. Pas pulang, sering ngelamun dan kalau ngomong gak nyambung. Katanya stres di pekerjaan," kata sang ayah, Hapid kepada wartawan, Selasa (16/2/2021).

Baca juga:  Idap Gangguan Jiwa, Pria Ini Terpasung di Gubuk Tua 25 Tahun Lamanya

Hapid menjelaskan, kondisi tersebut sudah dialami anaknya sejak usia 19 tahun. Jika sakitnya sedang kumat, sang anak kerap mengamuk dan melakukan perbuatan yang mengancam keselamatan keluarga, warga setempat, bahkan dirinya sendiri.

Baca juga:  Belasan Orang di Ponorogo Masih Hidup dalam Pasungan

Pernah suatu waktu, dia mengamuk dan melukai ibunya dengan bambu. Lalu dia juga nyaris membakar rumah usai merokok di tempat tidur. Hal itu yang membuat keluarga was-was, apalagi warga sekitar juga menyampaikan perasaan takutnya dan merasa resah akibat perilaku Bunbun yang tidak terkontrol.

Disinggung soal upaya pengobatan, suami dari Entin Kartini ini mengaku, ketika awal-awal mengalami gangguan jiwa, dirinya sudah sering membawa anaknya berobat. Baik ke dokter rumah sakit ataupun pengobatan tradisional. Namun upaya itu tidak menunjukkan perubahan ke arah sembuh.

Pada akhirnya keluarga mengaku pasrah dan menyerah dengan kondisi Bunbun. Akibat tidak memilili pilihan lain, akhirnya dia dikurung di dalam rumah, ditempatkan di ruangan khusus dengan kakinya dirantai agar tidak berkeliaran. Meskipun tidak tega namun, keluarga mengaku itu adalah langkah terbaik daripada berisiko mengganggu warga.

"Dibawa ke RS Dustira Cimahi, pernah RSJ Cisarua juga, sampai bapa jual sawah tapi tidak ada hasilnya. Jadi ya sekarang seperti ini," terang Hapid.

Sementara itu, Kepala Desa Sindangkerta Eli menyebutkan, secara rutin membantu Bunbun untuk menjalani pengobatan baik di Puskesmas Sindangkerta maupun di RSJ Cisarua. Tidak ada pembiaran dari pemerintah desa, apalagi pemasungan itu adalah keinginan keluarga dengan alasan demi keamanan keluarga dan warga di sekitarnya.

"Pemasungan itu keinginan keluarga untuk keselamatan yang bersangkutan juga. Kami terus upayakan bantuan pengobatan seperti ke puskesmas dan sekarang juga sedang nunggu ketersediaan ruangan di RSJ Cisarua," ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini