Program Bangkit 2021 Bakal Libatkan 3.000 Mahasiswa Terpilih

Vitrianda Hilba Siregar, · Selasa 16 Februari 2021 10:58 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 16 65 2362790 program-bangkit-2021-bakal-libatkan-3-000-mahasiswa-terpilih-7YE3OrEFlI.jpg Kemendikbud membuka kesempatan kepada para mahasiswa mengikuti pelatihan digital. (Foto:Ilustrasi/SINDOnews)

Lebih lanjut, Head of Developers Training, Economic Impact Programs, Google, William Florance, mengemukakan bahwa tahun ini Bangkit melakukan penyempurnaan program dalam mendukung cita-cita Kemendikbud menciptakan sistem pendidikan di perguruan tinggi yang lebih inovatif. “Kami dengan antusias memperkenalkan University Innovation Fellows Programme (UIF/ UIFP) di bawah payung Bangkit,” tuturnya.

UIF diselenggarakan oleh Sekolah Desain Stanford University yang terletak di Bay Area, California. Tujuannya, untuk memberdayakan siswa menjadi agen perubahan di sekolah mereka masing-masing. William mengatakan bahwa ini adalah komunitas global yang memastikan semua siswa punya sikap, skills, dan pengetahuan yang dibutuhkan untuk menavigasikan dunia yang kompleks.

Program ini, lanjutnya, akan membantu siswa membentuk mindset kewirausahaan dan kepercayaan diri kreatif untuk menghadapi tantangan-tantangan global dan membangun masa depan lebih baik. Jadi, mahasiswa yang sudah menyelesaikan Program Bangkit, layak untuk dinominiasikan mengikuti program UIF.

“Keputusan siapa yang jadi UIF ada di bawah wewenang Stanford, bukan di kami. Yang kami lakukan adalah mengundang 15 kampus yang menjadi partner kami, untuk mendaftarkan paling banyak empat fellows. Pada akhir 2021, kita seharusnya saya prediksi ada kira-kira 60 fellows yang ikut UIF,” urainya.

“Peserta yang menyelesaikan program akan mendapat tambahan hingga 20 angka kredit semester, sesuai dengan ketentuan universitas masing-masing,” ungkap Nizam. Setelah menyelesaikan program, peserta akan diundang ke virtual career fair, di mana mereka akan mendapatkan akses peluang kerja eksklusif ke perusahaan terkemuka di Indonesia.

Bangkit: Misi Kolektif untuk Menjawab Ketimpangan Kebekerjaan

Head of Developers Training, Economic Impact Programs, Google, William Florance bercerita bahwa program ini diawali dari sebuah inisiatif bersama antara founding partners, perwakilan dari universitas dan pemerintah dalam menjawab ketimpangan kebekerjaan (employment gap) di Indonesia.

Baca Juga: Pendaftaran SNMPTN 2021, Rektor USK Beri Strategi Memilih Prodi

“Perusahaan-perusahaan teknologi, pemimpin industri merasa kesulitan mengidentifikasi dan merekrut talenta-talenta top tiers agar perusahaan mereka bisa unggul dan Indonesia bisa kembali menjadi economic powerhouse,” ungkapnya.

Di tahun 2019, pada peluncuran Bangkit pertama kalinya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim menjadi salah satu pihak yang ikut terlibat. Kala itu, program perdana ini melibatkan 300 partisipan.

“Akhirnya, kami muncul dengan misi kolektif untuk menyediakan program belajar terstruktur dan berkualitas tinggi untuk lulusan-lulusan kaliber tinggi agar bisa bergabung dengan perusahaan-perusahaan kelas dunia,” ucap William.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini