Kasino Milik Trump Dihancurkan

Agregasi VOA, · Kamis 18 Februari 2021 06:13 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 18 18 2363950 kasino-milik-trump-dihancurkan-shQHeQguc4.jpg Kasino milik mantan Presiden AS Donald Trump dihancurkan (Foto: AP)

NEW JERSEY - Kasino milik mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Trump Plaza Casino dihancurkan pada Rabu (17/2). Kasino yang terletak di sepanjang tepi pantai di Atlantic City, New Jersey, ini dilaporkan bangkrut. Kasino ini pernah menjadi aset utama Trump sebelum menjabat di Gedung Putih.

Para penonton yang melihat terus bersorak. Hotel dengan 39 lantai dan 906 kamar dan ruang judi seluar 8.000 meter persegi untuk berbagai permainan kasino ini rubuh dalam hitungan detik menggunakan ledakan yang terkendali.

Yang tertinggal hanya puing-puing, dengan awan debu yang mengepul dari lokasi itu pada pagi yang cerah.

Trump, seorang pengembang real estat yang flamboyan sebelum memenangkan kursi kepresidenan pada tahun 2016, membuka kasino itu pada tahun 1984. Trump Plaza Casino adalah salah satu dari sejumah lokasi terkenal untuk pertandingan tinju yang dihadirinya.

Bernie Dillon, manajer acara di kasino itu dari tahun 1984 hingga 1991, mengenang masa kejayaan kasino di masa lalu.

(Baca juga: Biden: China Akan Terima Akibat dari Tindakan Pelanggaran HAM)

“Cara kami menempatkan Trump Plaza dan kota Atlantic City untuk menjadi perhatian dunia benar-benar luar biasa,” kata Dillon kepada Associated Press. “Semua orang dari Hulk Hogan hingga Mick Jagger dan Keith Richards, dari berbagai kalangan terkenal. Suatu malam sebelum pertarungan Mike Tyson, saya terkesima menyaksikan pada baris keempat ketika ruangan dipenuhi penonton, ada dua orang yang bercakap-cakap: Jack Nicholson dan Warren Beatty,” terangnya.

“Kejadian seperti itu sering: Ada Madonna dan Sean Penn, Barbra Streisand dan Don Johnson, ada Muhammad Ali di sana, Oprah duduk dengan Donald di pinggir ring,” kenangnya.

“Itu adalah masa yang spesial. Saya menyesal melihatnya dihancurkan,” tambahnya.

Tetapi fasilitas itu kemudian rusak, seperti halnya beberapa kasino lain di Atlantic City, dan ditutup pada tahun 2014.

(Baca juga: "Kampanye Mobil Mogok" Puluhan Kendaraan Blokir Jalan-Jalan di Yangon, Myanmar)

Pada akhirnya, bangunan itu hanya tinggal tulang-tulang beton bangunan dan jaringan pipa ledeng.

Pemilik gedung saat ini, investor miliarder Carl Icahn, belum mengumumkan rencananya untuk real estat itu.

Walikota Atlantic City, Marty Small mengatakan kematian kasino “bukan tentang Donald Trump. Ini bukan tentang politik."

"Segera setelah ledakan terjadi, kesanalah percakapan beralih," kata Small.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini