PBB Serukan Negara-negara Kaya Bentuk Satgas Vaksinasi Covid-19 Global

Agregasi VOA, · Kamis 18 Februari 2021 06:48 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 18 18 2363961 pbb-serukan-negara-negara-kaya-bentuk-satgas-vaksinasi-covid-19-global-denDNTQhF3.jpg Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres (Foto: Reuters)

NEW YORK - Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) meminta negara-negara kaya membentuk satuan tugas untuk merencanakan dan mengoordinasikan rencana vaksinasi Covid-19 secara global.

“Dunia sangat membutuhkan rencana vaksinasi global untuk menyatukan semua pihak yang memiliki kekuatan, keahlian ilmiah, produksi, dan kapasitas keuangan yang diperlukan,” kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB Antonio Guterres pada pertemuan virtual tingkat tinggi Dewan Keamanan PBB tentang peluncuran vaksin global.

“Saya yakin G-20 dalam posisi yang tepat untuk membentuk satuan tugas darurat guna mempersiapkan rencana vaksinasi global seperti itu dan mengoordinasikan implementasi dan pembiayaannya,” ujarnya.

Ia mengatakan gugus tugas harus mencakup Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), aliansi vaksin global Gavi, lembaga keuangan internasional, serta aliansi vaksin internasional COVAX, dan semua negara yang memiliki kapasitas untuk mengembangkan vaksin atau memproduksinya jika sudah memiliki izin.

(Baca juga: Penyekapan Putri Dubai, PBB Akan Bertanya ke Uni Emirat Arab)

“Satgas akan memiliki kapasitas untuk memobilisasi perusahaan farmasi dan pelaku industri dan logistik penting” tambahnya.

Para pemimpin G-7 akan mengadakan pertemuan virtual Jumat dan Guterres mengatakan mereka bisa menggunakan sesi itu untuk menciptakan momentum guna memobilisasi sumber daya keuangan yang diperlukan.

“Peluncuran vaksin Covid-19 menimbulkan harapan,” katanya.

Namun dia memperingatkan bahwa orang yang terkena dampak konflik dan tidak aman berisiko tertinggal dari upaya vaksinasi.

Sementara itu Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengawali kehadiran internasionalnya pada pertemuan online itu. Ia mengatakan pemerintahan Biden akan bekerja dengan mitra-mitra untuk memperluas produksi dan kapasitas distribusi, dan meningkatkan akses vaksin Covid-19 termasuk ke populasi yang terpinggirkan.

(Baca juga: Kasino Milik Trump Dihancurkan)

Dia juga mengatakan Washington akan membayar lebih dari USD200 juta (Rp2,8 triliun) dalam kewajibannya kepada WHO pada akhir bulan ini. Pendanaan untuk organisasi itu tahun lalu dihentikan di bawah pemerintahan Trump, yang tidak menyukai cara WHO menangani pandemi virus corona.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini