Share

AS Dakwa 3 Pria Korut Atas Pencurian Rp18,2 Triliun

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 18 Februari 2021 10:08 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 18 18 2364040 as-dakwa-3-pria-korut-atas-pencurian-rp18-2-triliun-WtrMnoxjpf.jpg Kim Il, Park Jin Hyok, dan Jon Chang Hyok. (Foto: Departemen Kehakiman Amerika Serikat)

WASHINGTON, DC - Tiga warga Korea Utara telah didakwa di Amerika Serikat (AS) atas skema untuk mencuri dan memeras lebih dari USD1,3 miliar (Rp18,2 triliun) dari bank dan bisnis di seluruh dunia. Ketiga pria yang saat ini tidak dalam tahanan itu juga juga dituduh menyebarkan program mata uang kripto berbahaya.

Mereka juga dituduh menjadi bagian dari serangan dunia maya Wannacry pada 2017, yang melumpuhkan sistem komputer layanan kesehatan Inggris dalam skala nasional. Salah satu terdakwa, Park Jin Hyok, sebelumnya didakwa dua tahun lalu atas perannya dalam peretasan perusahaan film Sony Entertainment Pictures pada 2014.

BACA JUGA: PBB: Peretas Korut Curi Lebih dari Rp4 Triliun untuk Bayar Senjata Nuklir

Dua lainnya, Park, Jon Chang Hyok dan Kim Il dituduh melakukan konspirasi kriminal, konspirasi untuk melakukan penipuan kawat dan penipuan bank

Departemen Kehakiman mengatakan para terdakwa bekerja untuk Biro Umum Pengintaian, badan intelijen militer Korea Utara.

Saat mengumumkan dakwaan tersebut, Asisten Jaksa Agung untuk Keamanan Nasional, John Demers, mengatakan Korea Utara "telah menjadi sindikat kriminal dengan bendera".

"Operator Korea Utara, menggunakan keyboard daripada senjata, mencuri dompet digital mata uang kripto alih-alih karung uang tunai, adalah perampok bank terkemuka di dunia," kata Demers sebagaimana dilansir BBC.

BACA JUGA: Biden Perintahkan Pengkajian Ulang Kebijakan AS Terkait Korut

Ketiga pria itu diyakini berada di Korea Utara, yang tidak mengekstradisi warganya untuk menghadapi dakwaan AS.

Selain ketiga pria tersebut, seorang warga negara Kanada-Amerika juga dituduh melakukan pencucian uang.

Dalam kasus terpisah yang diumumkan pada Rabu (17/2/2021) pria Kanada-Amerika, Ghaleb Alaumary, (37), dari Mississauga, Ontario, dituduh sebagai pencuci uang kelompok itu dalam kasus terpisah. Para pejabat mengatakan dia telah setuju untuk mengaku bersalah atas tuduhan tersebut.

Baca Juga: Tidak Hanya Berantas Pencurian Ikan, Ini Bukti Nyata Ketegasan KKP

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini