Di Pertemuan DK PBB, China Ajukan 4 Proposal Perangi Pandemi Covid-19

Antara, · Kamis 18 Februari 2021 11:38 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 18 18 2364097 di-pertemuan-dk-pbb-china-ajukan-4-proposal-perangi-pandemi-covid-19-f0IhMtQkqM.jpg Menteri Luar Negeri China Wang Yi. (Foto: Reuters)

BEIJING - China mengajukan empat proposal untuk memerangi pandemi COVID-19 sebagai bentuk kontribusi yang baru terhadap perdamaian global.

Proposal tersebut disampaikan Penasihat Pemerintah sekaligus Menteri Luar Negeri China Wang Yi dalam pengarahan terbuka Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang khusus membahas distribusi vaksin, Rabu (17/2/2021).

BACA JUGA: Suami Ratu Elizabeth, Pangeran Philip Dirawat di Rumah Sakit

Keempat proposal tersebut adalah pertama, mengenai diprioritaskannya masyarakat dan peningkatan kerja sama dalam memerangi COVID-19. Kedua, melaksanakan resolusi DK-PBB secara penuh dan menciptakan lingkungan yang nyaman dalam memerangi pandemi, ketiga, mengatasi defisit vaksin dan meningkatkan bantuan terhadap negara-negara sedang berkembang, dan keempat, memperkuat koordinasi dan menjalan peran yang maksimal sesuai mekanisme yang diatur PBB.

Menurut Wang Yi, China telah bertindak nyata dalam mendukung distribusi vaksin COVID-19 karena China tidak pernah berpandangan geopolitis dalam menjalin kerja sama internasional di bidang vaksin COVID-19, tidak pernah menghitung keuntungan ekonomi, dan tidak pernah mengajukan persyaratan politik apa pun.

"Apa yang ada dalam pikiran kami lebih kepada upaya menjadikan vaksin sebagai kebutuhan pokok yang mudah didapat dan terjangkau oleh masyarakat di semua negara," ujarnya.

BACA JUGA: Dubes Denmark untuk Indonesia Apresiasi Kawasan Pejalan Kaki Rendah Emisi di Kota Tua, Jakarta

Ia menegaskan bahwa China akan terus bekerja sama dengan semua pihak dalam penyediaan vaksin dan tindakan pencegahan dan pengendalian pandemi.

Pertemuan yang digelar secara virtual itu juga dihadiri Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres.

Sampai saat ini China sudah mengirimkan vaksin buatan Sinopharm dan Sinovac ke 30 negara yang tersebar di Asia, Eropa, Amerika, dan Afrika.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini