Hampir 5.000 Warga Hong Kong Daftarkan Diri untuk Visa Inggris

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 18 Februari 2021 16:58 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 18 18 2364377 hampir-5-000-warga-hong-kong-daftarkan-diri-untuk-visa-inggris-78l7e4U1G1.jpg Foto: Reuters.

LONDON - Hampir 5.000 warga Hong Kong telah mendaftar untuk tinggal, bekerja dan belajar di Inggris di bawah skema visa baru yang membuka jalan menuju kewarganegaraan Inggris bagi orang-orang yang melarikan diri dari tindakan keras China di bekas koloni tersebut, dilaporkan surat kabar The Times.

London membuat perubahan pada aturan visanya untuk memberi jutaan penduduk Hong Kong kesempatan untuk menetap di Inggris tahun lalu. Langkah itu diambil setelah China memberlakukan undang-undang keamanan baru yang menurut para aktivis demokrasi akan mengakhiri kebebasan yang dijanjikan ke wilayah itu pada 1997.

BACA JUGA: Warga Hong Kong Dapat Kesempatan Jadi Warga Negara Inggris

Berdasarkan aturan tersebut, penduduk Hong Kong yang memiliki paspor British National Overseas (BNO) akan diizinkan untuk tinggal di Inggris selama lima tahun dan kemudian mengajukan "status menetap" dan kewarganegaraan.

The Times, mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya, melaporkan bahwa sekira setengah dari 5.000 aplikasi yang diterima berasal dari warga Hong Kong yang sudah berada di Inggris. Sekira 5,4 juta warga Hong Kong pada akhirnya dapat memenuhi syarat untuk kewarganegaraan Inggris di bawah skema tersebut.

Orang-orang itu telah ditawari pemukiman sementara di Inggris Raya setelah melarikan diri dari tindakan keras keamanan China sambil menunggu perubahan visa.

BACA JUGA: China Tidak Akan Akui Paspor Inggris Warga Hong Kong

Kementerian dalam negeri Inggris menolak berkomentar tentang informasi yang bocor tersebut. Seorang juru bicara mengatakan data tersebut akan dipublikasikan dalam beberapa bulan mendatang, demikian diwartakan Reuters.

Inggris dan China telah berdebat selama berbulan-bulan tentang apa yang dikatakan London dan Washington sebagai upaya untuk membungkam perbedaan pendapat di Hong Kong setelah protes pro-demokrasi pada 2019 dan 2020.

Inggris mengembalikan Hong Kong kepada China pada 1997 setelah 150 tahun memerintah di sana, yang dimulai setelah Inggris mengalahkan China dalam Perang Candu Pertama.

Otonomi Hong Kong dijamin di bawah perjanjian "satu negara, dua sistem" yang diabadikan dalam Deklarasi Bersama Sino-Inggris 1984 yang ditandatangani oleh Perdana Menteri China Zhao Ziyang dan Perdana Menteri Inggris Margaret Thatcher.

China dan Hong Kong mengatakan mereka tidak akan lagi mengakui paspor BNO sebagai dokumen perjalanan yang sah mulai 31 Januari. Status BNO dibuat oleh Inggris pada 1987 khusus untuk penduduk Hong Kong.

Pemerintah Inggris memperkirakan visa baru dapat menarik lebih dari 300.000 orang dan tanggungan mereka ke Inggris. Beijing mengatakan itu akan menjadikan mereka warga negara kelas dua.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini