Kantor Pemprov Aceh Banjir Papan Bunga Berisi Sindiran Usai Disebut Provinsi Termiskin

INews.id, · Kamis 18 Februari 2021 09:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 18 340 2364013 kantor-pemprov-aceh-banjir-papan-bunga-berisi-sindiran-usai-disebut-provinsi-termiskin-Tzio7UuMBX.jpg Provinsi Aceh.(Foto:Dok Okezone)

BANDA ACEH - Kantor Gubernur Aceh di Jalan Teuku Nyak Afrie, Banda Aceh, sejak Rabu (17/2/2021) pagi banyak papan bunga berisi ucapan bernada sindiran terkait Aceh sebagai provinsi termiskin di Sumatera.

Papan bunga ini berasal dari berbagai kelompok masyarakat seperti kaum duafa, awak becak, rakyat jelata, mantan penjilat bahkan Sckatter Mania Aceh. Video papan bunga tersebut pun langusng beredar luas di media sosial.

Akibat pemandangan tak biasa ini, banyak pengendara jalan berhenti untuk mengabadikan situasi tersebut atau sekedar berswafoto di depan papan bunga. Bahkan ada ada yang sengaja datang ke lokasi untuk melihat langsung papan bunga tersebut.

Baca Juga: Aceh Jadi Provinsi Termiskin di Sumatera, Jumlah Penduduk Miskinnya 810.000 Orang

Banyaknya papan bunga ucapan selamat kepada gubernur Aceh ini sebagai bentuk sindiran warga. Bagi mereka, pemimpin Aceh dinilai telah gagal menyejahterakan masyarakat.

Salah satu warga, Razali mengatakan, ini menjadi pesan terburuk untuk rakyat Aceh. Di saat masyarakat lagi susah, gubernur malah berfoya foya. Di antaranya memberikan uang kepada organisasi masyarakat (ormas) dan Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP).

Baca Juga: Aceh Jadi Salah Satu Provinsi Termiskin, Ini Alasan Pemerintah

“Sebenarnya tidak ada manfaat untuk rakyat Aceh. Papan bunga ini menjadi cambuk bagi gubernur Aceh,” katanya.

Sementara itu, warga lain, Ahmad mengatakan, fakta menjadi provinsi termiskin di Sumatera dirasa sangat miris bagi Aceh. Kesannya, Pemerintah Aceh tidak berbuat dengan baik untuk Aceh.

“Saya berharap, Pemerintah Aceh bisa berbuat lebih baik lagi,” katanya.

Sebelumnya, pada Senin (15/2/2021) Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh merilis data kemiskinan dan tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk provinsi setempat. Pada September 2020, angka ini meningkat sebanyak 19.000 orang atau sebesar naik 15,43 persen. Angka tersebut merupakan yang tertinggi di Sumatera.

(saz)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini