Kasus 12 Polisi Diduga Nyabu, Kapolda: Pilihannya Dipecat atau Dipidana

Agus Warsudi, Koran SI · Kamis 18 Februari 2021 10:09 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 18 525 2364041 kasus-12-polisi-diduga-nyabu-kapolda-pilihannya-dipecat-atau-dipidana-a3a2VkglHV.jpg Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)

BANDUNG - Kapolda Jabar Irjen Pol Ahmad Dofiri menegaskan, anggota Polri terutama di jajaran Polda Jabar yang terbukti menyalahgunakan narkoba akan ditindak tegas. Pilihan bagi pelaku hanya dua, dipecat dari Korps Bhayangkara atau menjalani pidana umum.

"Jadi dua pilihannya tadi dipecat atau dipidanakan. Jadi sangat jelas sekali tindakan kami terhadap anggota yang melakukan pelanggaran tadi (penyalahgunaan narkoba). Bisa juga dua-duanya tergantung kesalahannya nanti ya, kita lihat," kata Kapolda Jabar di Mapolrestabes Bandung, Jalan Merdeka, Kota Bandung.

Menurut Irjen Pol Ahmad Dofiri sesuai instruksi dari Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, anggota yang menyalahgunakan narkotika dapat diberi sanksi dipecat bahkan dipidanakan.

"Kebijakan pimpinan jelas. Pak Kapolri kemarin menyampaikan bahwa bagi anggota penyalah guna narkoba pilihannya ada dua dipecat atau dipidanakan," ujar Irjen Pol Ahmad Dofiri.

Namun demikian, terkait dengan sanksi yang diberikan, tutur Kapolda Jabar, tetap didasarkan tingkat kesalahan. ". Jadi sebenarnya ini adalah wujud keseriusan kami. Di mana ketika ada indikasi seperti itu (penyalahgunaan narkoba), ppropam langsung melakukan penelusuran," tuturnya.

Baca Juga: Geger! Kapolsek Astanaanyar dan 11 Anggotanya Ditangkap saat Konsumsi Sabu

Kapolda Jabar mengaku sangat menyesalkan keterlibatan anggota Polri yang bertugas di Polsek Astanaanyar dalam penyalahgunaan narkoba. Terlebih lagi, kasus itu menyeret eks Kapolsek Astanaanyar Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi.

Terungkapnya kasus ini, tutur mantan Kapolda DI Yogyakarta ini, bermula dari ada satu anggota yang diindikasi menyalahgunakan narkoba. Kemudian Bid Propam Polda Jabar) melakukan penelusuran.

Dari hasil penelusuran itu, personel Bid Propam Polda Jabar menangkap belasan anggota Polsek Astanaanyar yang diduga terlibat penyalahgunaan narkoba.

"Kami cukup prihatin ya. Karena memang (benar) ada beberapa keterlibatan anggota yang lain. Salah satunya yang sangat kami sesalkan adalah satu kapolsek, yaitu Kapolsek Astanaanyar yang ada di (jajaran) Polrestabes Bandung," tutur Kapolda.

Kepada Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi, kata Irjen Pol Ahmad Dofiri, sudah dilakukan pencopotan dari jabatannya sebagai kapolsek. Saat ini Kompol Dewi dimutasi ke Pamen Yanma Polda Jabar. Selanjutnya bersama anggota lain yang terlibat, dilakukan pendalaman dan pemeriksaan.

"Kalau memang hal itu (penyalahgunaan narkoba) benar dan bukti menunjukkan bahwa memang ada keterlibatan dalam penyalahgunaan narkoba, tentu kami akan melakukan tindakan tegas," ucap Irjen Pol Ahmad Dofiri.

Perwira tinggi Polri kelahiran Kabupaten Indramayu ini menyatakan, kasus yang melibatkan Kompol Dewi dan 11 anggota Polsek Astanaanyar, harus menjadi pembelajaran bagi anggota Polri yang lain.

"Kami tidak mau anggota kammi terjebak lebih jauh. Masih banyak anggota kami lain yang baik. Karena itu, bagi yang melakukan kekeliruan seperti ini, keterlibatan narkoba itu, tentu kami akan ambil langkah dan tindakan tegas supaya menjadi pembelajaran bagi yang lain jangan sampai nanti terulang," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Kompol Dewi dan 11 anggota Polsek Astanaanyar ditangkap personel Bid Propam Polda Jabar pada Selasa (16/2/2021). Mereka diduga mengonsumsi narkoba jenis sabu. Saat ini, 12 anggota Polri tersbeut masih diperiksa intensif oleh Propam Polda Jabar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini