Blinken: AS Siap Berunding dengan Iran untuk Lanjutkan Kesepakatan Nuklir 2015

Rahman Asmardika, Okezone · Jum'at 19 Februari 2021 10:46 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 19 18 2364710 blinken-as-siap-berunding-dengan-iran-untuk-lanjutkan-kesepakatan-nuklir-2015-xAsJGT8GuX.jpg Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken. (Foto: Reuters)

PARIS - Amerika Serikat (AS) pada Kamis (18/2/2021) mengatakan siap untuk berbicara dengan Iran tentang kembalinya kedua negara ke perjanjian 2015 yang bertujuan untuk mencegah Teheran memperoleh senjata nuklir. Washington berusaha untuk menghidupkan kembali kesepakatan yang telah ditinggalkan oleh Pemerintahan Presiden Donald Trump hampir tiga tahun lalu.

Langkah Washington tersebut mencerminkan perubahan dalam pemerintahan Presiden Joe Biden dari pemerintahan sebelumnya. Menteri Luar Negeri Antony Blinken menekankan posisi Biden bahwa Washington akan kembali ke perjanjian, yang secara resmi dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA), jika Teheran benar-benar mematuhi kesepakatan tersebut.

BACA JUGA: Peristiwa Langka, Salju Selimuti Tempat Suci Umat Muslim dan Kristen di Yerusalem

Pernyataan kesiapan itu dikemukakan Blinken selama pertemuan video dengan menteri luar negeri Inggris, Prancis dan Jerman, kelompok yang dikenal sebagai E3, di Paris.

"Jika Iran kembali ke kepatuhan ketat dengan komitmennya di bawah JCPOA, Amerika Serikat akan melakukan hal yang sama dan siap untuk terlibat dalam diskusi dengan Iran menuju tujuan itu," kata pernyataan bersama dari keempat negara itu sebagaimana dilansir Reuters.

Iran mulai melanggar kesepakatan pada 2019, sekira setahun setelah mantan Presiden AS Donald Trump menarik diri dan menerapkan kembali sanksi ekonomi AS terhadap Teheran. Iran telah meningkatkan pelanggarannya dalam beberapa bulan terakhir.

Menanggapi pernyataan keempat negara tersebut, Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mengatakan Washington harus mengambil langkah pertama.

BACA JUGA: Menlu Iran: AS Sebaiknya Belajar dari Kegagalan Maksimum Trump

“Alih-alih menyesatkan & membebani Iran, E3 / UE harus mematuhi komitmen sendiri & menuntut diakhirinya warisan Trump tentang #EconomicTerrorism melawan Iran,” kata Zarif dalam sebuah cuitan di Twitter.

“Tindakan perbaikan kami merupakan tanggapan atas pelanggaran AS / E3. Singkirkan penyebabnya jika Anda takut akibatnya,” lanjutnya. "Kami akan mengikuti ACTION w/ (dengan) tindakan."

Seorang pejabat AS mengatakan kepada Reuters bahwa Washington akan menanggapi secara positif setiap undangan Uni Eropa untuk pembicaraan antara Iran dan enam negara besar yang merundingkan perjanjian awal: Inggris, China, Prancis, Jerman, Rusia, dan AS.

"Kami siap untuk hadir jika pertemuan seperti itu akan berlangsung," kata pejabat itu kepada Reuters, setelah seorang pejabat senior Uni Eropa melontarkan gagasan untuk mengadakan pembicaraan semacam itu. Tidak jelas apakah pembicaraan akan dilakukan, apalagi kapan atau di mana.

Zarif sebelumnya telah mengisyaratkan keterbukaan untuk pembicaraan dengan Washington dan pihak lain untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir itu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini