Jual Kastil Keluarga Seharga Rp17 Ribu, Pangeran Jerman Dituntut Ayahnya

Rahman Asmardika, Okezone · Jum'at 19 Februari 2021 11:51 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 19 18 2364760 jual-kastil-keluarga-hanya-seharga-rp17-ribu-pangeran-jerman-dituntut-ayahnya-w4OzjNzxrS.jpg Kastil Marienburg. (Foto: Wikipedia)

BERLIN – Sengketa pecah di antara anggota sebuah keluarga kaya keturunan bangsawan di Jerman, terkait keputusan seorang pangeran muda menjual salah satu kastil mereka dengan harga sangat murah. Keputusan sang pangeran yang menjual kasti tersebut dengan harga 1 euro (Rp17.048) itu membuatnya dituntut oleh ayahnya..

Dalam surat-surat pengadilan yang dikeluarkan minggu ini, Pangeran Ernst August yang berusia 66 tahun, kepala House of Hanover, menuduh putranya, yang mewarisi kasti tersebut menjual properti itu tanpa sepengetahuannya kepada negara.

BACA JUGA: Dijual Murah, Desa Kecil di Jerman Ini Dilelang Seharga Rp2,2 M

Kastil Marienburg dan tanah tetangga Calenburg, diserahkan kepada sang putra, yang memiliki nama sama seperti ayahnya, pada pertengahan 2000-an. Pada 2018, sang pangeran berusia 37 tahun, yang bergelar Duke of Braunschweig dan Lüneberg, mengumumkan bahwa Marienburg akan dijual kepada pemerintah dengan harga murah.

Dalam dokumen pengadilan yang diajukan di Hanover, Pangeran Ernst ingin mengambil kembali properti tersebut dan menuduh putranya "sangat melanggar hak, hak hukum, dan kepentingan" ayahnya. Menurut The Times, dokumen juga menuduh sang pangeran yang lebih muda secara ilegal mengambil beberapa barang keluarga dari perpustakaan dan museum seperti lukisan, patung, dan kereta antik.

Pangeran Ernst mengklaim dia telah terputus secara finansial dari keluarganya dan sekarang tinggal di sebuah "pondok hutan" Austria tanpa bantuan meskipun menderita sakit. Dia juga mengatakan tuduhan ayahnya tidak memiliki dasar dan yakin itu akan ditolak dalam aturan hukum.

BACA JUGA: Desa dengan Kastil Bersejarah di Italia Dijual Murah

"Semua argumen dalam gugatan ini telah disangkal dalam penyelesaian di luar pengadilan," kata Duke saat berbicara dengan surat kabar Jerman Der Spiegel sebagaimana dilansir Sputnik. "Dengan latar belakang ini, kami santai tentang sengketa apa pun di pengadilan."

Keputusan itu diambil pada saat kastil membutuhkan renovasi hingga £23 juta (sekira Rp452 miliar) dan pemeliharaan untuk memastikan kedatangan 200.000 pengunjung tahunan. Sang pangeran muda mengatakan itu mewakili "titik balik bersejarah" bagi keluarga dan akan membantu melestarikan istana Gotik untuk umum.

Parlemen Jerman atau Bundestag telah memutuskan untuk menyumbang £12 juta dalam dana renovasi, sementara sekitar 100 lukisan dan barang bersejarah lainnya dari kastil telah diberikan ke museum negara bagian Hanover, menambah total £2 juta lagi. Sementara harta karun senilai £5 juta telah diberikan kepada sebuah yayasan seni.

Keluarga House of Hanoveri dapat menelusuri garis keturunan mereka kembali ke salah satu dinasti abad pertengahan Eropa yang paling menonjol, Welfs, juga dikenal sebagai Guelph.

Keluarga itu menguasai sebagian besar wilayah yang sekarang menjadi Jerman selatan dan Italia utara, termasuk Tuscany, Bayern, dan Sachsen. Mereka kemudian menjadi pemilih dan raja di Hanover dan bahkan memerintah Inggris dan Irlandia setelah George I menjadi raja pada 1714 dan memerintah sampai Ratu Victoria naik takhta pada 1837 dan persatuan dengan Kerajaan Inggris berakhir.

Posisi mereka sebagai keluarga kerajaan Jerman berakhir pada 1866, tetapi masih mempertahankan sejumlah besar properti, termasuk kastil Marienburg dengan 135 kamar dekat Hanover, yang dibangun antara 1858 dan 1867, awalnya sebagai hadiah ulang tahun dari Raja George V dari Hanover kepada istrinya, Marie dari Saxe-Altenburg.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini