Pisah Ranjang dengan Istri, Ayah Tega Cabuli 5 Putri Kandung Sekaligus

Adi Palapa Harahap, iNews · Jum'at 19 Februari 2021 13:48 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 19 340 2364815 pisah-ranjang-dengan-istri-ayah-tega-cabuli-5-putri-kandung-sekaligus-vSs3WDWJtQ.jpg S, pelaku pencabulan 5 putri kandung sendiri ditangkap polisi.(Foto:Tangkapan layar)

MEDAN - Sejak pisah ranjang dengan sang istri berinisial A, S warga Kecamatan Medan Timur, Kota Medan, tinggal bersama 5 putri kandungnya. Tinggal bersama kelima putrinya membuat S kerasukan setan cabul. Dia tega mencabuli 5 putrinya sekaligus.

Penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Medan, masih memeriksa intensif S.

"Dari pemeriksaan awal, aksi bejat pelaku berawal saat istrinya memilih pergi dari rumah karena kerap bertengkar. Sejak bulan Oktober 2020, istri pelaku tinggal di kawasan Marelan," ujar Kanit PPA Polrestabes Medan, AKP M Ginting, Jumat (12/2/2021).

Baca Juga: Duda Hamili Janda dan Cabuli Anaknya Berkali-Kali Lalu Merekamnya

Diketahui, S mencabuli lima orang putri kandungnyam yang masih berusia di bawah umur. Kelima putri kandung yang dicabuli pelaku yakni N (14), VL (13), DN (10) dan GZ (7) serta NA (4).

Baca Juga: Modus Beri Uang Jajan Rp1.000, Residivis Pembunuhan Cabuli 6 Anak

AKP M Ginting mengatakan perilaku bejat S akhirnya terbongkar setelah dua anak korban berinisial N dan VL mengadu kepada sang ibu. Ibu korban yang tidak terima dengan dengan kelakuan suaminya kemudian melapor ke Polrestabes Medan.

"Setelah melakukan pemeriksaan terhadap korban dan didukung hasil visum, kami kemudian mengamankan tersangka di rumahnya," ucapnya.

Setelah diamankan, pelaku mengakui seluruh perbuatannya kepada petugas. Namun dia membantah mencabuli kelima putri kandungnya.

"Dia mengaku hanya mencabuli satu orang saja. Namun dari hasil visum menunjukkan kelima putrinya menjadi korban," ucapnya.

Saat ini, tersangka S masih menjalani pemeriksaan intensif di Polrestabes Medan, Tersangka dijerat dengan Pasal 82 ayat 1 dan 2 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 atas perubahan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman 15 tahun penjara.

"Karena dilakukan oleh ayah kandungnya, hukuman ditambah 1/3 lagi. Kami juga akan memasukan Perpres nomor 70 tahun 2020 tentang kebiri," ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini