Menko PMK Apresiasi Produk Kesehatan Temuan UNS

Fahmi Firdaus , Okezone · Jum'at 19 Februari 2021 19:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 19 65 2365089 menko-pmk-apresiasi-produk-kesehatan-temuan-uns-lFxCnQpe7H.jpg foto: ist

SURAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyambangi Rumah Sakit Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Jumat (19/2/2021).

Dalam kesempatan itu, Muhadjir memuji produk kesehatan dan inovasi yang diciptakan oleh dosen dan peneliti Universitas Sebelas Maret (UNS).

Beragam produk kesehatan dan inovasi ditinjau Muhadjir. Seperti KUR-CO Smart (Curcumin dan VCO), KURKUM-Pro (Curcumin dan Gingerol), Terapi Plasma Pheresis, Ventilator ICU, Ventilator Ambubag, Suns Proque, Kit Konverso Elektrik, dan High Flow Nasal Cannula.

“Intinya saya sangat mengapresiasi temuan-temuan dari teman-teman dosen UNS. Ini suatu karya yang sangat monumental. Artinya, UNS telah betul-betul berhasil mengambil segi positif dari wabah Covid-19,” ujar Muhadjir.

Dalam kesempatan itu, Muhadjir juga mencoba Kit Konverso Elektrik. Inovasi tersebut adalah kursi roda elektrik dengan setir multiguna yang merupakan karya dari Program Studi (Prodi) D-3 Teknik Mesin Sekolah Vokasi (SV) UNS.

“Kursi roda elektronik sudah saya coba dan sangat nyaman. Saya sarankan pakai aki di pasar sehingga mudah diganti kalau dikirim ke daerah-daerah,” ucapnya.

Muhadjir meminta agar UNS mendaftarkan hak paten atas produk herbal KUR-CO Smart dan KURKUM-Pro.

“Untuk curcuma tinggal memasarkan dan jangan lupa ini berkaitan dengan hak paten jadi betul-betul dijaga jangan sampai kerja keras dari teman-teman dosen di UNS hilang begitu saja,” tambahnya.

Di hadapan para awak media, Muhadjir menjelaskan jika kedatangannya bersama rombongan dimaksudkan untuk mendorong dosen dan peneliti di setiap perguruan tinggi melakukan riset dan inovasi.

Hal tersebut dimaksudkan agar riset dan inovasi yang dihasilkan dapat digunakan oleh masyarakat secara luas dan Kemenko PMK RI dapat memberikan jaminan terhadap produk buatan negeri yang dihasilkan oleh dosen dan peneliti.

“Kita punya tanggung jawab untuk memastikan karya-karya itu memang harus bisa digunakan dan diadopsi oleh pasar masyarakat. Dan, kita harus ada proteksi,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini