Dapat Gusuran Bendungan Kuningan, Warga Desa Kawungsari Borong Mobil dan Motor

Miftahuddin, iNews · Senin 22 Februari 2021 22:26 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 22 525 2366515 dapat-gusuran-bendungan-kuningan-warga-desa-kawungsari-borong-mobil-dan-motor-qxkLEBvsLN.jpg Warga Desa Kawungsari saat melihatkan mobil barunya (foto: Dok Sindo)

KUNINGAN - Desa Kawungsari, Kecamatan Cibereum, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, menjadi sorotan dan perbincangan di media sosial. Pasalnya, desa yang jauh dari pusat kota ini mendapat julukan sebagai desa miliarder, bukan karena memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah, namun hampir seluruh penduduknya berbondong bondong membeli kendaraan mobil dan motor baru serta elektronik.

Sejumlah warga yang membeli barang baru juga tidak jarang yang menggelar tradisi sawer, atau menyebar uang receh untuk diperebutkan kepada anak anak atau warga sekitar. Selain sebagai rasa syukur atas pembelian barang baru, warga juga melakukan tradisi sawer sebagai bentuk berbagi sodakoh atas rejeki yang diterimanya .

Baca juga: Heboh Warga Tuban Borong 176 Mobil Baru, Dealer Ini Kecipratan Rezeki

Fenomena warga Kawungsari yang memborong barang barang berharga seperti mobil, motor dan elektronik baru lantaran baru saja warga penduduk penghuni tersebut, menerima ganti untung yang diberikan pemerintah atas pembangunan Waduk Bendungan Kuningan.

Baca juga: Dapat Rezeki Nomplok dari Kilang Minyak, Warga Tuban Ini Ogah Borong Mobil

Sehingga tidak jarang ditemui disetiap tumah warga Kawungsari, terdapat mobil baru dan motor baru serta barang barang elektronik. Bahkan anak anak juga memakai sepeda baru dan telepon seluler baru.

“Sisa uangnya ditabung untuk investasi,” kata warga Kawungsari, Ivan Pratama, Senin (22/2/2021).

Sementara itu, Kepala Desa Kawungsari, Kusto menjelaskan, dari 105 hektar lahan yang terdampak pembangunan Bendungan Kuningan , baru sekitar 200 bidang tanah dan rumah yang mendapat ganti untung , sisanya akan dibayarkan bulan Maret mendatang .

“Besarannya bervariatif mulai dari Rp500 juta hingga Rp1,5 miliar perbidang tanah,” kata Kusto.

Sedikitnya ada sekitar 362 kepala keluarga yang terpaksa akan direlokasi di Desa Sukarapih Kecamatan Cibereum, akibat pembangunan Bendungan Kuningan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini