2 Warga Bandung Barat Tewas Usai Pesta Miras Oplosan, Satunya Masih Pelajar

Adi Haryanto, Koran SI · Selasa 23 Februari 2021 14:54 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 23 525 2366906 2-warga-bandung-barat-tewas-usai-pesta-miras-oplosan-satunya-masih-pelajar-lzV0mJDSXu.jpg Ilustrasi. (Foto: Okezone.com)

BANDUNG BARAT - Dua warga Kampung Cijamil RW 16, Desa Cilame, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB), meninggal dunia usai mengonsumsi miras oplosan.  

Korban meninggal masing-masing berinisial RZ (21) dan IQ (18), sementara seorang lagi RO (18) kondisinya kritis. Sementara empat lainnya kondisinya kini berangsur pulih usai menjalani perawatan di rumah sakit.  

Informasi yang didapat MNC Portal Indonesia, pesta miras yang dilakukan tujuh orang itu digelar pada Senin (22/2/2021) malam, di salah satu tempat di Kampung Cijamil. Mereka mengoplos minuman suplemen berenergi dengan alkohol 70% dan campuran lainnya.

Baca juga: Pesta Miras saat Reuni SMA, 30 Pria & 3 Wanita Digerebek di Vila Bogor

Usai mengonsumsi miras mereka mengalami pusing dan mual sehingga langsung dibawa ke RS Kharisma, Cimareme. Korban RZ meninggal saat dalam perjalanan dirujuk ke RS Cibabat Cimahi pada malam itu.

Sementara korban I yang masih tercatat sebagai siswa SMK kelas dua, meninggal di RS Kharisma pada Selasa (23/2/2021) pagi. Saat ini, seorang lagi berinisial RO (18) kondisinya dikabarkan kritis.

Pihak Desa Cilame membenarkan ada warganya yang meninggal dunia akibat mengonsumsi miras oplosan. Korban yang meninggal sudah dimakamkan di tempat pemakaman umum di Kampung Cijamil. 

Baca juga: Tewaskan 3 Orang, Pemasok Miras Oplosan Diburu Polisi

"Memang benar, totalnya ada tujuh orang yang minum. Dua orang meninggal, satu masih kritis, dan empat sudah berangsur pulih," kata Staf Umum Pemerintahan dan Kesra, Desa Cilame, Ricky Alamsyah saat dikonfirmasi, Selasa (23/2/2021). 

Menurutnya, belum diketahui dari mana mereka membeli alkohol 70% dan mengonsumsi bersama-sama. Sebab salah seorang yang dianggap senior dari mereka yang minum, saat ini kondisinya masih belum sadar 100%. Sehingga saat dimintai keterangan bicaranya masih ngelantur.

"Masih dicari tahu di mana mereka beli alkohol. Hanya saja sebelumnya mereka sempat bikin ribut dengan meraung-raungkan knalpot sepeda motor dan sempat ditegur warga," terangnya.  

Kepala Desa Cilame, Aas Mochamad Asor menyebutkan akan memberikan penyuluhan ke warga untuk menghindari hal serupa terjadi lagi. Dia pun meminta pihak RW untuk membatasi kegiatan di masyarakat dan menegur warga yang berkerumun, terlebih sekarang masih PPKM mikro untuk mencegah Covid-19.

"Pengawasan diperketat lagi dan melarang kegiatan negatif seperti minum-minum, dll. Jangan ada hiburan yang bisa memicu hal-hal kurang baik, dan meminta agar remaja jangan mudah tergiur ajakan dari pihak-pihak yang justru akan merugikan diri sendiri. Motekarlah kepada hal-hal positif jangan yang sebaliknya," ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini