Mohamed Bazoum Menangi Pemilihan Presiden Niger

Rahman Asmardika, Okezone · Rabu 24 Februari 2021 11:47 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 24 18 2367414 mohamed-bazoum-menangi-pemilihan-presiden-niger-hFs7PN01pb.jpg Calon Presiden Niger Mohamed Bazoum. (Foto: Reuters)

NIAMEY - Kandidat partai berkuasa Mohamed Bazoum dinyatakan sebagai pemenang pemilihan presiden Niger pada Selasa (23/2/2021), sementara lawannya menuduh ada kecurangan dan pendukung oposisi membakar ban di jalan-jalan.

Bazoum, mantan menteri dalam negeri berusia 61 tahun, memenangkan 55,75% suara dalam pemilihan Minggu (21/2/2021), menurut komisi pemilihan. Ia mengalahkan Mahamane Ousmane, mantan presiden yang digulingkan oleh kudeta 1996. Hasil sementara masih harus dikonfirmasi oleh mahkamah konstitusi.

BACA JUGA: Pemilihan Presiden Niger, 7 Petugas TPS Tewas Kena Ranjau

Pemilu kali ini dimaksudkan untuk mengantarkan transisi pertama Niger dari satu pemimpin yang terpilih secara demokratis ke pemimpin lainnya, dengan Presiden Mahamadou Issoufou mengundurkan diri setelah dua masa jabatan lima tahun.

"Saya sangat berterima kasih kepada rakyat Niger atas kepercayaan yang mereka tunjukkan dengan memilih saya sebagai presiden republik," kata Bazoum di Twitter sebagaimana dilansir Reuters.

"Saya akan menjadi abdi yang setia untuk menghadapi semua masalah yang dihadapi negara kita."

Sesaat sebelum hasil diumumkan, kampanye Ousmane mengatakan telah terjadi penipuan yang meluas, termasuk pencurian dan penjejalan kotak suara serta ancaman terhadap para pemilih. Namun, mereka tidak memberikan bukti apapun.

"Kami menuntut penangguhan segera atas publikasi hasil ini, yang dengan cara apa pun tidak memperhitungkan keinginan yang diungkapkan dari orang-orang Niger untuk perubahan," kata manajer kampanye Ousmane dalam sebuah pernyataan.

BACA JUGA: Badai Pasir Raksasa Selimuti Ibu Kota Niger, Ubah Langit Jadi Merah

Di luar markas kampanye Ousmane dan di bagian lain Ibu Kota Niamey, para pendukungnya memprotes dengan membakar ban. Polisi menembakkan gas air mata untuk membubarkan mereka.

Komisi pemilihan belum mengomentari dugaan penyimpangan tersebut. Misi pengamat dari Komunitas Ekonomi Negara-negara Afrika Barat mengatakan pemungutan suara diadakan "di bawah kondisi yang bebas, adil, kredibel dan transparan".

Namun, itu dirusak oleh dua serangan yang menewaskan delapan orang di dua wilayah di mana militan Islam aktif, kata ketua komisi Issaka Souna.

Tujuh dari korban adalah petugas pemilu di wilayah Tillabery barat, dekat perbatasan dengan Mali, yang kendaraannya menabrak ranjau darat saat mereka menuju tempat pemungutan suara.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini