Bejat, Mantan Suami Tega Cabuli 2 Anak Tiri Berulang Kali

Agregasi Solopos, · Rabu 24 Februari 2021 06:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 24 340 2367238 bejat-mantan-suami-tega-cabuli-2-anak-tiri-berulang-kali-SgHxcFnQyJ.jpg Ilustrasi.(Foto:Dok Okezone)

BOYOLALI - Kelakuan Parjono (49) warga Sidomulyo, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali, pantas disebut binantang. Bagaimana tidak, dia tega mencabuli dua anak tirinya sendiri yang kembar hingga berulang kali. Akibat perbuatan bejatnya, pelaku ditangkap Polres Boyolali.

Anak kembar yang tak lain mantan anaknya sendiri itu, masih di bawah umur, yakni berusia 13 tahun. Pelaku mengenal korban karena korban merupakan anak dari pasangannya.

Menurut keterangan Polisi, pelaku pernah menikah sirri dengan ibu dari kedua korban. Kapolres Boyolali, AKBP Morry Ermond melalui KBO Sat Reskrim Polres Boyolali, Iptu Wikan Sri Kadiyono mengatakan, peristiwa pencabulan terjadi di rumah yang ditempati korban saat ibunya tidak ada di rumah.

Baca Juga: Oknum Marbot Masjid Cabuli Belasan Anak di Cirebon, Terancam Dihukum Kebiri

"Awalnya Parjono memiliki hubungan dengan ibu korban, nikah sirri. Pada saat ibu korban tidak ada di rumah, pelaku melakukan persetubuhan dengan anak-anaknya. Suatu saat, kedua korban menceritakan kejadian tersebut kepada ibunya, kemudian ibunya melaporkan ke polres Boyolali," ujar Iptu Wikan Sri Kadiyono, Selasa (23/2/2021).

Setelah mendapatkan laporan, tim Sat Reskrim Polres Boyolali lalu mencari pelaku. Pelaku yang bekerja sebagai sopir, akhirnya berhasil ditangkap di wilayah Juwangi saat mengangkut pasir pada 18 Februari 2021.

Baca Juga: Pelajar yang Lecehkan Temannya di Kelas Juga Minta Video Call Tidak Senonoh

Dari keterangan yang didapatkan, Wikan mengatakan perbuatan pencabulan yang dilakukan pelaku sudah berlangsung sejak Desember 2020. Terhadap korban D, pencabulan sudah dilakukan tujuh kali. Sedangkan pada korban N, pencabulan sudah dilakukan tiga kali. Pencabulan dilakukan pada waktu berbeda antara korban D dan korban N.

Sementara itu Parjono mengaku khilaf saat melakukan perbuatan pencabulan terhadap bocah kembar tersebut. Saat kembali dipastikan, pelaku juga mengaku belum menikah siri dengan ibu korban. Kepada korban, dia mengaku tidak melakukan ancaman. "Tidak mengancam. Ya begitu saja," kata dia.

Atas perbuatannya, pelaku dikenakan pasal 81 dan atau 82 UU No. 17/2016 tentang penetapan Perpu No. 01/2016 tentang Perubahan Kedua Atas UU No. 23/2002 tentang Perlindungan Anak. Pelaku diancam dengan ancaman pidana minimal lima tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp5 miliar.

(saz)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini